Jumat, 15 Mei 2026

Mesin Pertumbuhan Baru Emiten Grup Djarum (TOWR), Intip Potensi Cuan Sahamnya

Penulis : Ely Rahmawati
26 Apr 2023 | 10:56 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). (Foto: Perseroan)
Kegiatan usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). (Foto: Perseroan)

TOWR mengungkapkan bahwa operator telekomunikasi (EXCL dan ISAT) sedang mempertimbangkan untuk bermitra dengan perseroan, untuk rencana mereka menjalankan layanan fixed broadband (FTTH). Untuk strategi bisnis serat, pada tahun 2023, TOWR berencana menambah 30.000 km lagi dari sebelumnya 150.000 km FTTT yang sudah ada (per kuartal IV-2022).

TOWR juga mendapatkan home pass sebanyak 500 ribu dengan XL Axiata (EXCL), yang mana sebanyak 400 ribu telah dikirimkan pada kuartal I-2023. Untuk sepanjang 2023, TOWR berencana mengalokasikan capex sebesar Rp 5-6 triliun (flat YoY), dengan 50–55% digunakan untuk bisnis non-menara.

Perlambatan dalam bisnis menara Indosat (IOH) dan TOWR, akhirnya sepakat untuk merelokasi lokasi yang tumpang tindih untuk menggantikan kolokasi yang telah disepakati sebelumnya yang akan dibangun. Akibatnya, TOWR mengantisipasi penurunan 500 sewa lagi dari IOH pada tahun 2023 dan 2024. Perseroan juga berharap untuk menambah 800 menara Build-to-Suit (B2S) pada tahun 2023.

“Namun, kami mengantisipasi bahwa rasio penyewaannya akan turun menjadi 1,74 kali pada tahun 2025 dibanding 1,81 kali di tahun 2022, yang mengakibatkan pertumbuhan bisnis menara secara keseluruhan menjadi lebih lambat,” ungkap Richardson.

ADVERTISEMENT

Dalam jangka panjang, pihaknya percaya bahwa relokasi IOH ke menara baru akan menarik kolokasi dari operator lain, meningkatkan rasio penyewa. Dengan mempertimbangkan semua hal, analis membuat perkiraan konservatif bahwa pendapatan menara akan datar selama 3 tahun ke depan, dengan CAGR hanya 0,9% dari 2022 hingga 2025.

“Kami mempertahankan rekomendasi beli saham TOWR dengan target harga Rp 1.270, yang menyiratkan EV/EBITDA 2023 sebesar 11,1 kali. Saham TOWR saat ini diperdagangkan pada EV/EBITDA 9,6 kali atau masih menarik dibandingkan TBIG yang sebesar 12,9 kali dan MTEL 9,9 kali,” tandas Richadson.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, saham TOWR bertengger di level Rp 1.000. Dengan demikian, saham TOWR masih berpotensi memberikan cuan sebesar 27%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia