Jumat, 15 Mei 2026

Wah, Perusahaan Pembiayaan Boy Thohir-Jerry Ng (BFIN) Untung Gede!

Penulis : Prisma Ardianto
26 Apr 2023 | 21:01 WIB
BAGIKAN
Garibaldi 'Boy' Thohir. (B-Universe Photo/Primus Dorimulu)
Garibaldi 'Boy' Thohir. (B-Universe Photo/Primus Dorimulu)

JAKARTA, investor.id – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), perusahaan pembiayaan (multifinance) milik konglomerat Garibaldi 'Boy' Thohir dan Jerry Ng, mencetak laba bersih Rp 508,8 miliar atau tumbuh 28,5% pada kuartal I-2023 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai laba BFI Finance tersebut merupakan tertinggi secara kuartalan dalam sejarah perusahaan. Ini sekaligus menandai kelanjutan rapor biru perseroan yang telah diukir pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu salah satunya didukung oleh kemampuan BFI Finance dalam menggenjot laju penyaluran pembiayaan baru (booking) di awal tahun ini.

ADVERTISEMENT

Dari sisi pendapatan, emiten berkode saham BFIN tersebut berhasil membukukan Rp 1,6 triliun atau tumbuh 39% pada kuartal I-2023 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Biaya operasional perusahaan tercatat sebesar Rp 1 triliun atau naik 46,8%. Ini sejalan dengan peningkatan kegiatan operasional guna mendukung pertumbuhan piutang selama satu tahun terakhir.

Adapun realisasi penyaluran pembiayaan baru pada kuartal I-2023 melesat 53,9% menjadi Rp 6,3 triliun. Nilai tersebut juga menjadi rekor baru bagi perusahaan terkait booking.

Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono mengatakan, penyaluran pembiayaan baru yang masih agresif mendongkrak total aset sampai dengan 46,5% (yoy) menjadi Rp 24 triliun hingga kuartal I-2023. Peningkatan ini membuktikan semakin kuatnya komitmen BFI Finance untuk terus memperluas akses keuangan bagi masyarakat Indonesia.

"Sebagian besar portofolio pembiayaan berdasarkan jenis asetnya masih berasal dari pembiayaan kendaraan roda empat, yakni mengambil porsi hingga 67,5% dengan nilai piutang yang dikelola atau managed receivables sebesar Rp 15,2 triliun dari total Rp 22,5 triliun," ungkap Sudjono dalam keterangannya, Rabu (26/4/2023).

Kinerja bisnis perusahaan saat ini tidak terlepas dari situasi ekonomi secara keseluruhan, dimana pada awal tahun 2022, industri pembiayaan masih dibayangi pandemi Covid-19. Kondisi tersebut telah semakin terkendali dan lebih kondusif seiring membaiknya kondisi fundamental domestik. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia