Jumat, 15 Mei 2026

Sunarso: Prospek BRI (BBRI) 2023 Lebih Baik, tapi Tak Boleh Terlena

Penulis : Nida Sahara
27 Apr 2023 | 16:28 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers pemaparan kinerja BRI kuartal I-2023, Kamis (27/4/2023).
Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers pemaparan kinerja BRI kuartal I-2023, Kamis (27/4/2023).

JAKARTA, investor.id – Di tengah kondisi perekonomian global yang mengalami perlambatan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI meyakini Indonesia lebih kuat dibandingkan negara-negara lain di dunia. Tahun ini pun pertumbuhan ekonomi domestik diprediksi tetap positif, yang didukung aktivitas ekonomi.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini sebesar 2,8%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi global tahun lalu sebesar 3,4%. Meskipun secara global mengalami tantangan luar biasa, perekonomian Indonesia tahun ini dinilai masih solid.

Bahkan kinerja BRI (BBRI) hingga Maret 2023 masih melanjutkan pertumbuhan. Tercermin dari peningkatan laba bersih BRI secara konsolidasi sebesar 27,37% (year on year/yoy) menjadi Rp 15,56 triliun. Didukung dari kredit segmen UMKM, tahun ini emiten berkode saham BBRI tersebut meyakini pertumbuhan kredit bisa tumbuh double digit.

ADVERTISEMENT

"Kami optimis Indonesia bisa bertahan dari ancaman resesi dan prospek BRI akan lebih baik di 2023. Ini terlihat dengan kredit yang masih akan tumbuh di level 10-12% dan didukung dari UMKM, khususnya mikro dan ultramikro. Bukannya kami jumawa, justru kami tidak boleh sembrono, tidak boleh terlena," kata Sunarso dalam konferensi pers pemaparan kinerja BRI kuartal I-2023, Kamis (27/4/2023).

Pihaknya menilai, perlambatan dan gejolak ekonomi global tidak akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik, terlebih potensi resesi Indonesia 2% tahun ini. Menurut Sunarso, apabila peluang resesi di bawah 20% maka kemungkinan tidak terjadi resesi. Analisis tersebut juga sama dengan Bloomberg yang memprediksi potensi resesi Indonesia 2%.

"Statistik hanya buat prediksi, tapi realisasinya tergantung apa yang kita kerjakan dan faktor yang muncul. Proyeksi BRI resesi 2% bukan berarti tidak terjadi resesi, kita akan terhindar dari resesi selama bisa jaga stabilitas dan jaga potensi untuk pertumbuhan, itu yang harus dijaga," ujar Sunarso.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 57 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 59 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia