Jumat, 15 Mei 2026

Terkerek Geliat Pasar Mobil dan Motor, Laba Emiten Otomotif Melesat 31%

Penulis : Ely Rahmawati / Muhammad Ghafur Fadillah
2 Mei 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emiten otomotif (Foto: IST)
ilustrasi emiten otomotif (Foto: IST)

Perusahaan komponen Selamat Sempurna meraup laba bersih Rp 221 miliar kuartal I tahun ini, bertumbuh dari Rp 187 miliar. Dalam tiga bulan 2023, Selamat Sempurna mengantongi pendapatan Rp 1,2 triliun, tumbuh dari Rp 1,1 triliun.

Bintraco Dharma, pemilik jaringan dealer Toyota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, juga meraup kenaikan laba bersih menjadi Rp 45 miliar dari Rp 19 miliar kuartal I tahun ini. Perseroan meraih pendapatan Rp 1,4 triliun, stabil dari periode sama tahun lalu.

Terakhir, produsen komponen Dharma Polimetal terus menorehkan kinerja impresif, dengan pendapatan Rp 216 miliar kuartal I tahun ini, melesat dari Rp 115 miliar. Pemasok komponen sepeda motor Honda, Hyundai, Toyota, dan sejumlah merek lain itu meraup pendapatan Rp 1,4 triliun, naik dari Rp 915 miliar.

ADVERTISEMENT

Manajemen Dharma Polimetal menegaskan, peningkatan penjualan kuartal I-2023 sejalan dengan perluasan pasar, diiringi ekspansi portofolio produk dalam manufaktur suspension member untuk salah satu merek mobil di Indonesia. Perseroan segera merealisasikan rencana tersebut pada akhir semester pertama tahun 2023.

“Setelah berhasil produksi secara komersial, perusahaan akan menargetkan untuk memperluas portofolio produknya ke komponen lain,” jelas manajemen.

Investasi Besar

Sebelumnya, Astra menyiapkan dana cadangan sebesar Rp 15 triliun untuk digunakan sebagai dana investasi. Ini sejalan dengan rencana perseroan untuk menciptakan mesin pertumbuhan baru.

Direktur Utama Astra (ASII) Djony Bunarto Tjondro menyampaikan bahwa perseroan telah mencadangkan dana sebesar Rp 15 triliun yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan rencana investasi. Dana itu, sebut Djony, di luar alokasi capital expenditure (capex) perseroan tahun ini sebesar Rp 24 triliun.

"Tetapi, kami belum bisa beberkan Rp 15 triliun itu untuk investasi apa saja. Jadi, secara agregat, capex dan investasi sekitar Rp 39 triliun. Ini adalah angka konsolidasi," jelas Djony belum lama ini.

Ciptadana Sekuritas menyematkan rekomendasi buy saham ASII dengan target harga Rp 7.200. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham ASII bertengger di level Rp 6.750. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 25 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia