IHSG Lagi-Lagi Memerah, Meski Sempat Dibuka Naik Tipis
JAKARTA, investor.id – Ditutup melemah sebesar 52 poin (0,76%) ke level 6.863, IHSG dibuka naik tipis 2,1 poin (0,03%) ke posisi 6.865,48 pada sesi I, Rabu (3/5/2023). Namun, setelah itu IHSG memerah. Sehingga IHSG hari ini bergerak bervariasi pada rentang 6.831 - 6.865. IHSG hari ini memerah terseret pelemahan mayoritas sektor saham dan sektor industri turun dalam.
Tercatat sebanyak 769,6 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 740,85 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 35.718 kali transaksi. Sebanyak 171 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 201 saham terkoreksi, dan 197 saham stagnan.
Mayoritas sektor saham melemah, sektor industri turun dalam. Sebab anjlok 0,98%. Disusul penurunan sektor insfrastruktur 0,95%, sektor transportasi 0,86%, sektor barang baku 0,63%, dan Sektor energi 0,38%.
Indeks-indeks Wall Street melemah lebih dari 1% di Selasa (2/5/2023) tertekan oleh pelemahan harga saham-saham perbankan. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi bank-bank regional di AS setelah salah satu bank regional besar di AS mencatatkan penurunan deposito hingga 40% di Kuartal I-2023.
Pasar saham Asia-Pasifik melemah pada Rabu pagi (3/5/2023). Karena investor menantikan keputusan kebijakan Federal Reserve AS yang akan dirilis Kamis pagi (4/5/2023) di Asia. Di Australia, S&P/ASX 200 dibuka 0,21% lebih rendah, sementara Kospi Korea Selatan turun 0,55% dan Kosdaq mengalami kerugian yang lebih besar, turun 0,85%.
Indeks Hang Seng Hong Kong juga ditetapkan untuk pembukaan yang lebih rendah, dengan kontrak berjangka yang terkait dengan indeks berdiri di 19.624 dibandingkan dengan penutupan terakhir di 19.933,81. Pasar di Jepang dan Tiongkok daratan ditutup untuk liburan Rabu.
Prediksi Analis
Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi, IHSG hari ini melemah dan akan bergerak pada rentang 6.804 – 6.972. Pasca rilis data perekonomian yakni tingkat inflasi, IHSG hari ini masih terlihat akan bergerak konsolidatif. Minimnya sentimen baik dari dalam maupun luar juga belum memperlihatkan adanya faktor pendorong kenaikan bagi IHSG hari ini.
“Momentum koreksi wajar masih dapat dijadikan peluang untuk melakukan akumulasi pembelian baik bagi investor dengan rentang investasi jangka pendek hingga jangka Panjang. IHSG hari ini berpotensi melemah,” tulis Yugen dalam risetnya, Rabu (3/5/2023).
Yugen merekomendasikan menu saham pilihan untuk perdagangan hari ini. Menu saha mpilihan tersebut terdiri dari HMSP, KLBF, PWON, CTRA, SMRA, ASRI, WTON, SCMA, dan BBCA
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






