Jumat, 15 Mei 2026

Berpotensi Masuk Indeks MSCI, CITI Pasang Target Harga Saham GOTO Rp 250 

Penulis : Parluhutan Situmorang
5 Mei 2023 | 09:06 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo. (B-Universe Photo/Primus Dorimulu)
Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo. (B-Universe Photo/Primus Dorimulu)

Margin kontribusi adalah pendapatan bruto dikurangi beban pokok pendapatan, insentif serta biaya pemasaran produk. Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam menghasilkan pendapatan.

Pada periode yang sama, GOTO mencatatkan EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) turun dalam menjadi minus Rp 1,6 triliun, membaik hingga 67% dari posisi tahun lalu dengan minus Rp 4,9 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan pedoman GOTO yang menargetkan adjusted EBITDA bisa break even atau positif pada kuartal IV-2023.

Break even Adjusted EBITDA dapat dimaknai sebagai kemampuan perusahaan dalam membiayai operasional secara mandiri. Secara ringkas, pendapatan dan biaya yang dikeluarkan sudah seimbang.

ADVERTISEMENT

Secara full year, GOTO memberikan panduan adjusted EBITDA akan berada di kisaran minus Rp4,6 triliun sampai minus Rp5,3 triliun pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan proyeksi CITI yang berpandangan berada di minus Rp4,7 triliun di 2023 dan positif Rp4,7 triliun di 2024.

Tim CITI Research menyatakan manajemen GOTO telah memiliki strategi baru untuk percepatan profitabilitas. Di antaranya,  pertumbuhan berkualitas tinggi yang berkelanjutan dan mengurangi pertumbuhan berkualitas rendah. Kedua, percepatan menuju profitabilitas dengan mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Terakhir, kehadiran produk baru yang mendorong pertumbuhan dan didukung oleh sinergi ekosistem.

"GOTO akan kembali ke jalur pertumbuhan pada semester II-2023, meskipun pada tingkat yang lebih konservatif dibandingkan masa lalu, sambil menargetkan untuk mencapai adjusted EBITDA yang positif pada kuartal IV-2023 dengan arus kas operasional yang positif tidak lama setelah itu," tulis riset CITI.

Arus kas GOTO pada akhir Maret 2023 berada di Rp 26,7 triliun dibandingkan Desember 2022 senilai Rp29 triliun. Penurunan disebabkan karena adanya penarikan dana dari pelanggan menjelang liburan Idul Fitri 2023. Citi memproyeksi tingkat bakar uang GOTO akan menurun signifikan hingga 60-70% tahun ini, sehingga arus kas GOTO akan mencapai titik profitabilitas tanpa perlu penambahan modal lagi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia