Jumat, 15 Mei 2026

Laba Tergerus, Emiten Sawit Masih Prospektif Loh!

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
8 Mei 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Bisnis sawit PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN). (Foto: Perseroan)
Bisnis sawit PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN). (Foto: Perseroan)

Menurut Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis Cisadane Sawit Raya, Seman Sendjaja, melemahnya harga jual rata-rata (average selling price/ASP) merupakan penyebab utama menurunnya kinerja bisnis perseroan pada kuartal I-2023 dibanding periode sama tahun lalu.

"Walaupun terjadi penurunan kinerja keuangan, biaya operasional yang ramping memungkinkan perseroan merespons lebih cepat perubahan eksternal,” ujar Seman Sendjaja di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hal serupa menimpa PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) yang mengalami penurunan laba bersih 31,9% secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) dari Rp 314 miliar pada kuartal IV-2022 menjadi Rp 214 miliar pada kuartal I-2023. Begitu juga pendapatan, turun dari Rp 3,04 triliun menjadi Rp 2,06 triliun.

ADVERTISEMENT

Laporan keuangan Dharma Satya Nusantara menyebutkan, peningkatan beban operasional membuat margin kotor perseroan turun dari 25,3% menjadi 28,1%. Hal ini memperparah penurunan laba bersih perseroan, sehingga realisasi kuartal I-2023 hanya merefleksikan 16% dari target tahun ini.

Ke Depan Membaik

Secara terpisah, analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan mengungkapkan, secara teknis industri sawit di Indonesia pada awal 2023 masih terkendala curah hujan yang tinggi yang berujung pada menurunnya produksi. Namun ke depan, produksi diharapkan kembali membaik seiring dengan normalnya cuaca.

Industri sawit, kata Rizkia, juga dipengaruhi harga sawit yang tahun ini kemungkinan besar akan ternormalisasi. Soalnya, tekanan dari sisi pasokan minyak makan global akibat konflik Rusia dan Ukraina sudah membaik. "Di sisi lain, harga pupuk juga sudah ternormalisasi, sehingga biaya produksi tidak signifikan seperti sebelumnya," tutur dia.

Namun, menurut Rizkia Darmawan, pelemahan ini bukan pertanda bahwa industri minyak sawit akan terus melemah sepanjang tahun ini. Minyak sawit masih menjadi komoditas dengan permintaan tinggi di dunia. Apalagi pemerintah juga turut menggenjot penanaman kembali (replanting) sawit karena usia perkebunan sawit di Indonesia sudah cenderung tua.

"Jadi, pelaku usaha dan pemerintah harus secara bersamaan mengedepankan program ini," tandas dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia