Jumat, 15 Mei 2026

Kuartal I, Laba Jasa Armada (IPCM) Naik 25%

Penulis : Zsazya Senorita
8 Mei 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membagikan dividen sebesar Rp 18,15 Miliar pada 2021
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membagikan dividen sebesar Rp 18,15 Miliar pada 2021

JAKARTA, investor.id – Entitas BUMN Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), meraih laba sebesar Rp 47,14 miliar pada kuartal I-2023, naik 25% dibanding periode sama tahun lalu Rp 37,7 miliar. Pertumbuhan laba perseroan ditopang oleh pendapatan bersih yang melesat 36,84% (yoy) menjadi Rp 291,56 miliar.

“Pendapatan bersih Jasa Armada dikontribusi pendapatan jasa pelayanan kapal Rp 236,44 miliar, serta jasa pengelolaan kapal, dan pengangkutan lainnya masing-masing Rp 13,5 miliar dan Rp 41,61 miliar,” ungkap manajemen Jasa Armada dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Peningkatan pendapatan perusahaan diikuti kenaikan beban pokok pendapatan 56,84% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan bersih, tepatnya menjadi Rp 208,91 miliar. Alhasil laba bruto emiten grup Pelindo ini menjadi Rp 82,64 miliar, hanya naik 3,56% (yoy).

ADVERTISEMENT

Menurut manajemen, perolehan laba tahun berjalan perseroan didukung penurunan beban umum dan administrasi menjadi Rp 29 miliar, serta kenaikan pendapatan operasi lainnya menjadi Rp 872,92 juta.

“Kemudian dikurangi beban keuangan Rp 115,99 juta yang turun 69,87% (yoy) membuat laba perusahaan sebelum pajak penghasilan badan naik 14,82% (yoy) menjadi Rp 57,85 miliar pada kuartal pertama ini,” jelas manajemen Jasa Armada.

Dilihat dari total aset, Jasa Armada Indonesia terpantau masih memiliki aset sebanyak Rp 1,57 triliun per 31 Maret 2023, bertambah dari Rp 1,48 triliun pada akhir 2022. Total aset sepanjang kuartal pertama ini, terdiri atas aset lancar Rp 1,02 triliun dan jumlah aset tidak lancar Rp 556,59 miliar.

Pada perbandingan periode yang serupa, entitas perusahaan pelat merah masih membukukan tanggung jawab keuangan (liabilitas) senilai total Rp 334,19 miliar, terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp 333,9 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 297,94 miliar. Jumlah liabilitas ini bertambah dari posisi 31 Desember 2022 yang sebanyak Rp 291,68 miliar.

Di sisi lain, perseroan memiliki total ekuitas Rp 1,24 triliun per 31 Maret 2023, naik dari Rp 1,19 triliun pada akhir tahun lalu. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia