Jumat, 15 Mei 2026

BSI (BRIS) Jamin Pelunasan Dana Haji Aman

Penulis : Nida Sahara
12 Mei 2023 | 06:30 WIB
BAGIKAN
Kantor Bank Syariah Indonesia. (Foto: Beritasatu/Ehardum)
Kantor Bank Syariah Indonesia. (Foto: Beritasatu/Ehardum)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mengklaim bahwa layanan perbankan pada Kamis (11/5/2023), telah kembali normal, baik di kantor cabang, mesin anjungan tunai mandiri (ATM) maupun mobile banking sehingga dapat digunakan oleh nasabah untuk bertransaksi. BSI juga menjamin simpanan masyarakat dan dana haji aman.

BSI memastikan proses pelunasan biaya haji 2023 tetap aman lantaran sistem layanan perbankan yang diklaim sudah kembali pulih. Diketahui, berdasarkan kebijakan yang ditetapkan pemerintah, biaya haji 2023 harus dilunasi maksimal Jumat (12/5/2023). 

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, proses normalisasi layanan BSI telah dilakukan oleh perseroan dengan baik, dengan prioritas utama untuk meyakinkan dana dan data nasabah tetap aman. “Alhamdullilah pada hari ini, layanan cabang, ATM dan mobile banking sudah kembali normal dan dapat digunakan oleh para nasabah untuk melakukan transaksi,” ujar Hery dalam konferensi pers, Kamis (11/5/2023).

ADVERTISEMENT

Pada Kamis (11/5/2023), BSI melakukan peningkatan kapasitas agar core banking dan critical channel bisa kembali dipulihkan dengan cepat, stabil sehingga layanan kepada nasabah dapat sepenuhnya normal.

“Kuota jamaah haji pembayaran dengan BSI sebanyak 161.544 jamaah dan yang sudah lunas itu 153.472 jamaah atau sudah 95% yang melunasi pembayaran, sehingga masih ada 8.072 jamaah yang belum melunasi," ujar Corporate Secretary BSI Gunawan Arif Hartoyo.

Dia pun memastikan para calon jamaah haji sudah bisa melakukan transaksi perbankan pada esok hari. "Cabang kami lebih dari 1.000, kalau 8.000 dibagi 1.000 per cabang rata-rata tinggal delapan nasabah dalam dua sampai tiga jam bisa selesai," terangnya.

Lebih lanjut, Hery memaparkan terkait dugaan serangan siber, pihaknya menemukan indikasi adanya serangan siber sehingga perseroan perlu melakukan temporary switch off beberapa channel untuk memastikan keamanan sistem. “Pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik,” ucap Hery.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia