Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emerging Markets Paling Menarik 7 Tahun Mendatang

Penulis : Grace El Dora
19 Mei 2023 | 10:55 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi. (Foto: Dok. Unspalsh)
Ilustrasi investasi. (Foto: Dok. Unspalsh)

WASHINGTON, investor.id – Valuasi saham di pasar berkembang (emerging markets) menyimpan kelas aset yang paling menarik selama tujuh tahun ke depan, kata GMO.

Saham dengan nilai pasar berkembang adalah kelas aset yang paling menarik dalam periode tersebut, menurut proyeksi bulanan terbaru (pada 30/4/23) dari Grantham Mayo Van Otterloo & Co. (GMO). Jenis saham ini kemungkinan akan menghasilkan 7,6% riil per tahun, turun dari proyeksi 9,8% pada akhir 2022.

Menurut laporan CNBC, saham-saham di pasar berkembang diperkirakan akan kembali ke tingkat pengembalian return 5,3% per tahun, turun dari 5,6% pada akhir tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Saham-saham berkapitalisasi kecil internasional sekarang diproyeksikan akan menghasilkan 3,7% riil, turun dari perkiraan sebelumnya 5,2%. Saham berkapitalisasi besar internasional akan menghasilkan 1,4% per tahun, turun dari 3,2%.

Saham Amerika Serikat (AS) dari semua jenis saham terus jatuh ke kotak terburuk.

Saham kapitalisasi kecil AS akan kehilangan rata-rata 1,1% per tahun, lebih dari penurunan tahunan 0,4% yang diramalkan saat tahun dimulai. Sementara itu, saham kapitalisasi besar AS akan turun rata-rata 1,8%, lebih dari dua kali lipat kerugian rata-rata 0,7% yang diproyeksikan sebelumnya.

Return terbaik dalam pendapatan tetap (fixed income) diharapkan datang pada jenis investasi utang pasar atau obligasi negara berkembang, yang naik 3,9% per tahun dibandingkan sebelumnya 4,1% per tahun. Ini diikuti oleh jenis investasi dalam bentuk uang tunai AS di +0,9% (sebelumnnya diperkirakan mencapai return +1,2%).

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia