Jumat, 15 Mei 2026

Tak Hanya Rombak Direksi, RUPS BSI (BRIS) Ternyata Putuskan Dividen Rp 426,02 Miliar

Penulis : Nida Sahara
22 Mei 2023 | 18:40 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI Hery Gunardi (tengah) berbincang dengan jajajaran direksi dan komisaris BSI saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI, di Jakarta, Senin (22/5/2023). (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI Hery Gunardi (tengah) berbincang dengan jajajaran direksi dan komisaris BSI saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI, di Jakarta, Senin (22/5/2023). (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, Investor.id - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 10% dari laba bersih perseroan pada tahun 2022 atau sekitar Rp 426,02 miliar yang ekuivalen dengan Rp 9,24 per saham.

"Kemudian, penggunaan 20% laba bersih perseroan untuk tahun buku 2022 disisihkan sebagai cadangan wajib perseroan. Sedangkan 70% sisanya akan dialokasikan sebagai laba ditahan," ucap Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam konferensi pers, Senin (22/5/2023).

Sepanjang tahun 2022 yang merupakan tahun kedua BSI beroperasi, perseroan mencatat kinerja yang solid dan impresif. Laba bersih BSI tercatat mencapai Rp 4,26 triliun atau tumbuh 40,68% secara year on year (yoy). Dari sisi bisnis intermediasi, realisasi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) naik 12% (yoy) menjadi Rp 261,49 triliun. Adapun realisasi penyaluran pembiayaan tumbuh 21% (yoy) menjadi Rp 208 triliun.

ADVERTISEMENT

Perseroan juga mampu mengelola kualitas aset, yang terlihat dari penurunan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF). NPF gross BSI pada 2022 berada di level 2,42%, turun dari 2,93% pada tahun sebelumnya. NPF net juga susut menjadi 0,57%. Sedangkan pencadangan yang digambarkan melalui NPF coverage naik dari 148,87% menjadi 183,12%.

"Capaian yang impresif di tahun kedua kelahiran BSI merupakan hasil kerja yang solid dan strategi respon yang tepat (strategic response) di tengah berbagai tantangan ekonomi pada 2022," jelas Hery.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia