Jumat, 15 Mei 2026

Ini Jadwal Penerbitan Green Bond Bank Mandiri (BMRI)

Penulis : Nida Sahara
23 Mei 2023 | 10:48 WIB
BAGIKAN
(ki-ka) CEO Bahana Sekuritas Edward Lubis, Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Harold Tjiptadjaja, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar, dan Pejabat Eksekutif Treasury & International Banking Bank Mandiri Eka Fitria saat melakukan Public Expose Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2023, Selasa (23/5/2023). (ist)
(ki-ka) CEO Bahana Sekuritas Edward Lubis, Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Harold Tjiptadjaja, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar, dan Pejabat Eksekutif Treasury & International Banking Bank Mandiri Eka Fitria saat melakukan Public Expose Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2023, Selasa (23/5/2023). (ist)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) Bank Mandiri Tahap I Tahun 2023 dengan target indikatif Rp 5 Triliun.

“Bank Mandiri secara konsisten terus melanjutkan komitmen untuk menjadi Indonesia's Sustainability Champion for Better Future. Salah satu langkah strategis dari hal tersebut adalah mengembangkan pembiayaan yang selaras dengan POJK 51/2017, roadmap NDC dan NZE Indonesia, serta framework ESG yang mengacu pada best practices,” ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam Public Expose PUB Green Bond Tahap I 2023, Selasa (23/5/2023).

Darmawan menambahkan, dana yang dihimpun dari penerbitan green bond ini akan digunakan untuk mendukung pembiayaan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mengakselerasi peningkatan eksposur bank bersandi bursa BMRI ini ke sektor hijau.

ADVERTISEMENT

Untuk mendukung aksi korporasi ini, Darmawan melanjutkan, perseroan telah menunjuk enam perusahaan penjamin emisi, yakni Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.

Adapun, terdapat tiga seri penerbitan green bond yang dapat dipilih para investor. Seri A dengan tenor 370 hari ditawarkan dengan kupon berkisar 5,5-6%. Seri B dengan tenor 3 tahun ditawarkan kisaran kupon 5,75-6,5%. Serta Seri C ditawarkan dengan kupon berkisar 5,95-6,95% untuk tenor 5 tahun. Diharapkan green bond Bank Mandiri ini dapat menjadi alternatif atau pilihan bagi masyarakat yang akan berinvestasi.

Komitmen Bank Mandiri dalam menerapkan prinsip ESG juga terus ditunjukkan dari sisi intermediasi perbankan. Hingga Maret 2023, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor berbasis ESG hingga Rp 232 triliun, atau tumbuh 11% secara year on year (yoy).

Setara dengan 25% dari total portofolio perusahaan secara bank only, pembiayaan tersebut tersalurkan antara lain ke sektor UMKM, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, dan transportasi bersih. 

Bank Mandiri juga terus mengembangkan produk-produk pembiayaan berbasis keberlanjutan seperti Sustainable Linked Loan dan Green Loan. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri juga berkomitmen untuk menorong nasabah-nasabahnya untuk menerapkan prinsip berkelanjutan dan mendukung transisi bisnis nasabah kepada bisnis yang lebih berkelanjutan.

Salah satu inisiatif yang telah diterapkan Bank Mandiri dalam hal kegiatan operasional adalah penggunaan panel surya di beberapa kantor Bank Mandiri di kota besar seluruh Indonesia. Selain itu, Bank Mandiri juga terus berupaya memenuhi konsep green building atau bangunan ramah lingkungan dalam prinsip pembangunan gedung perkantoran.

Lebih jauh lagi, Bank Mandiri sudah bekerja sama dengan produsen kendaraan ramah lingkungan untuk secara bertahap mulai mengintegrasikan penggunaan kendaraan listrik dalam memenuhi kebutuhan operasional perusahaan.

Tidak berhenti di situ, Bank Mandiri sebagai perusahaan milik negara, bersama Bank BUMN lainnya, telah menjalin kerjasama dengan GESITS dan Volta dalam mendukung program insentif pemerintah dalam pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda dua. Komitmen Bank mandiri ini turut sejalan dengan Peraturan Menteri Perindustrian No. 6 Tahun 2023.

Beirkut jadwal penerbitan green bond Bank Mandiri:

Masa Penawaran Awal: 23 Mei - 6 Juni 2023

Perkiraan Pernyataan Efektif OJK: 16 Juni 2023

Masa Penawaran: 20-22 Juni 2023

Tanggal Penjatahan: 23 Juni 2023

Tanggal Pembayaran dari Investor: 26 Juni 2023

Periode Distribusi: 27 Juni 2023

Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 28 Juni 2023

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia