Jumat, 15 Mei 2026

Ekspektasi Pertumbuhan Ekonomi RI yang Tinggi Menopang Rupiah

Penulis : Grace El Dora
26 Mei 2023 | 19:06 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/ama)
Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/ama)

JAKARTA, investor.id – Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova menyatakan ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih tinggi menahan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, faktor lain yang menahan pelemahan rupiah lebih dalam adalah keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 5,75%, sesuai dengan ekspektasi pasar.

“(Karena faktor-faktor itu), pelemahan rupiah lebih dalam tertahan karena tren peningkatan indeks dolar masih terus berlanjut,” katanya dilansir dari Antara, Jumat (26/5).

ADVERTISEMENT

Pada pada akhir perdagangan Jumat, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah tipis 2 poin atau 0,01% menjadi Rp 14.955 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp 14.953 per dolar AS.

Sepanjang hari, rupiah bergerak dari Rp 14.940 per dolar AS hingga Rp 14.970 per dolar AS.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menyampaikan penopang penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya adalah rilis data produk domestik bruto (AS) kuartal I-2023 yang direvisi naik ke 1,3% dari sebelumnya 1,1%.

Data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS juga dirilis lebih bagus dari perkiraan, yang memperlihatkan penurunan klaim pengangguran.

Menurut Ariston, data ekonomi AS yang membaik bisa menjadi alasan bagi bank sentral The Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, bahkan bisa meningkatkan suku bunga lagi.

“Selain itu, kesepakatan kenaikan batas utang AS yang belum juga tercapai, padahal sudah hampir mendekati deadline utang menjadi default (gagal bayar) meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar, sehingga sebagian pelaku pasar memilih masuk ke aset aman dolar AS,” ujarnya.

Di dalam negeri, BI disebut memberikan indikasi belum akan memangkas suku bunga acuan karena bank sentral melihat suku bunga acuan The Fed belum akan turun. BI dikatakan mewaspadai peningkatan ketidakpastian global yang bisa memberikan tekanan ke rupiah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia