Jumat, 15 Mei 2026

Fluktuasi Harga Minyak Tinggi, Saham-Saham Migas Ini Tetap Potensial Cuan

Penulis : Zsazya Senorita
28 Mei 2023 | 19:35 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Elnusa Tbk (ELSA). (Foto: Perseroan)
Kegiatan usaha PT Elnusa Tbk (ELSA). (Foto: Perseroan)

Pada kuartal I-2023, kinerja keuangan emiten migas cenderung tertekan, contohnya PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Laba bersih MEDC turun 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini merupakan dampak dari penurunan rata-rata harga minyak yang sempat berada pada level US$ 75 per barel atau turun sekitar 23%.

Selain itu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga mencatat penurunan penjualan sebesar 8,91% pada kuartal I-2023 menjadi US$ 102,54 juta dibanding periode yang sama tahun 2022 sebesar US$ 112,57 juta.

Meski demikian, beberapa emiten migas masih membukukan kinerja yang cukup positif pada kuartal I-2023, seperti PT Elnusa Tbk (ELSA). ELSA bahkan mencatatkan pertumbuhan laba bersih signifikan 53% menjadi Rp 115 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini didorong oleh pendapatan usaha yang tumbuh, terutama dari segmen jasa distribusi dan logistik energi yang berkontribusi 55% terhadap pendapatan perseroan.

ADVERTISEMENT

Selain ELSA, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) juga melaporkan peningkatan kinerja signifikan pada kuartal I-2023. Laba bersih AKRA melejit 41,89% menjadi Rp 607,27 miliar. Penguatan kinerja AKRA didorong oleh peningkatan pendapatan segmen bisnis lahan industri di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

“Saat ini, emiten migas telah banyak melakukan diversifikasi bisnis. Beberapa di antaranya sudah ada yang beralih ke proyek energi terbarukan. Bahkan ada emiten migas yang memiliki bisnis lahan industri, sehingga fluktuasi harga minyak mentah dunia ke depan mungkin tidak akan secara signifikan menurunkan kinerja,” tutur Chisty.

Lantas, bagaimana dengan sahamnya? Secara teknikal, Ajaib Sekuritas merekomendasikan buy saham AKRA dengan level support Rp 1.330 dan resistance Rp 1.435. Investor disarankan cut loss, bila harga menembus ke bawah Rp 1.200.

Selanjutnya, saham ELSA. Rekomendasinya buy dengan prediksi level support Rp 320 dan resistance Rp 346. Namun, bila menembus ke bawah harga Rp 302, pemodal disarankan cut loss.

Terakhir, saham ENRG. Rekomendasi buy dengan perkiraan level support Rp 202 dan resistance Rp 240. Jangan lupa, cut loss jika tembus ke bawah Rp 168.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia