Daftar Emiten BUMN Penebar Dividen Besar, Sudah Kebagian Belum?
JAKARTA, Investor.id – Sejumlah emiten BUMN dan anak BUMN jorjoran menebar dividen jumbo tahun buku 2022, terlihat pada tingginya rasio dividen. Hal ini tak lepas dari lonjakan laba bersih selama tahun lalu.
Terbaru, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menebar dividen sebesar Rp 16,6 triliun atau mencerminkan rasio dividen 80%. Jumlah itu naik 11,7% dari tahun sebelumnya. Hal ini sudah disetujui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Telkom beserta spin-off Indihome ke Telkomsel.
Selanjutnya, RUPST PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN/PGAS), subholding gas PT Pertamina, menyetujui pembagian dividen US$ 228 juta atau Rp 3,4 triliun tahun buku 2022. Ini mencerminkan rasio dividen 70%. Adapun dividen per saham mencapai Rp 141.
Sebelumnya, sebanyak empat emiten BUMN menetapkan rasio dividen di atas 50%. Perinciannya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menetapkan rasio dividen 60% senilai Rp 24,7 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 85% atau Rp 43 triliun, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) 70% atau Rp 1,6 triliun, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diprediksi 56%. Dividen Bukit Asam akan diputuskan RUPST pertengahan Juni 2023.
Di sisi lain, PT Daya Mitratelekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, anak usaha Telkom, menetapkan rasio dividen yang sangat tinggi, mencapai 99% tahun buku 2022 senilai total Rp 1,76 triliun. Perinciannya, dividen tunai Rp 1,24 triliun, 70% dari laba bersih perseroan dan 29% dividen spesial.
Direktur Utama Telkom (TLKM) Ririek Adriansyah menuturkan, sisa laba bersih Telkom sebesar 20% atau Rp 4,2 triliun tahun lalu dialokasikan sebagai laba ditahan. Dividen setara Rp 167,6 per saham tersebut akan dibayarkan paling lambat pada 5 Juli 2023 kepada para pemegang saham Telkom yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada penutupan perdagangan 13 Juni 2023.
Baca Juga:
Harga CPO Lagi-Lagi RontokSepanjang 2022, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasian Rp 147,31 triliun, tumbuh 2,9% dibandingkan periode sama tahun lalu. EBITDA tercatat sebesar Rp 78,99 triliun, naik 4,3% dengan laba bersih operasi Rp 25,86 triliun atau tumbuh 7,7%.
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST emiten berkode saham TLKM tersebut menyepakati perubahan susunan pengurus dewan komisaris dan direksi.
Ririek berharap, perubahan susunan pengurus perseroan dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja perseroan serta menyukseskan langkah transformasi yang sedang dikerjakan TLKM.
Ririek menyebutkan, dalam perubahan susunan pengurus kali ini, direktur konsumen dihapus, lantaran Indihome telah resmi berada di Telkomsel.
Prospek Bisnis
Pengamat energi Bisman Bachtiar menilai, kinerja PGN tahun lalu cukup bagus. Demikian pula pada awal tahun ini, terlihat pada volume lifting dan penjualan cenderung naik. Jadi, prospek ke depan sangat menarik dan bisa diharapkan.
“Adapun sentimen yang paling sensitif adalah kenaikan harga gas dunia atau jika ada kebijakan pemerintah tentang harga gas, khususnya untuk industri, serta peningkatan volume penjualan di konsumen,” tegas dia kepada Investor Daily, Selasa (30/5/2023).
Dia menilai, BUMN yang menjadi bagian holding BUMN energi secara umum mencetak kinerja baik. Prospek ke depan juga cukup menjanjikan.
Secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai, saham PGAS telah mengonfirmasi pola double bottom, setelah berhasil break fraktal Rp 1.460, sehingga berpotensi naik ke Rp 1.590 sebagai target teoritisnya.
“Namun, perlu dicermati apabila kenaikan ini bersifat jangka pendek, mengingat kuartal I PGN menurun secara tahunan,” kata dia.
NK Korindo Sekuritas mencatat, Telkom telah meluncurkan strategi Five Bold Moves untuk membangun keunggulan kompetitif di bidang konektivitas digital, platform digital, dan layanan digital. Strategi ini bertujuan untuk memperkuat posisi perseroan sebagai perusahaan telekomunikasi digital kelas dunia, dengan tujuan jangka panjang untuk menciptakan nilai yang lebih tinggi bagi pemangku kepentingan perseroan.
Dengan strategi ini, diharapkan Telkom Group dapat melakukan diversifikasi dan memperluas pangsa pasar dari bentuk B2B bisnis sekaligus dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar B2C Telco. Saat ini, Telkom fokus pada FMC melalui perjanjian Telkom dan Telkomsel, InfraCo, dan DC Co sambil tetap mengembangkan fundamental untuk B2B inisiatif digital IT Service Co dan DigiCo.
NH Korindo merekomendasikan buy saham TLKM dengan target harga Rp 5.000. Target harga ini merefleksikan EV/EBITDA 6,7 kali.
“Katalis yang menarik untuk Telkom ini adalah unlock value akibat dari spin-off segmen Indihome ke Telkomsel, di mana kepemilikan TLKM di Telkomsel nantinya menjadi 69.9% pasca transaksi ini, dengan sisanya dimiliki masih oleh Singtel dengan persentase sebesar 30,1%,” tulis sekuritas itu.
Broker ini memprediksi pascamerger Indihome dan TSEL, ada peningkatan kualitas produk dan layanan yang lebih baik akibat adanya perubahan strategi bisnis industri telekomunikasi berupa sinergi konvergensi yang dilakukan oleh pemain telekomunikasi. Adapun yang menjadi risiko dari rekomendasi ini adalah kompetisi antarindustri telekomunikasi yang lebih ketat dan intens.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






