Metrodata Electronics (MTDL) Incar Kenaikan Laba Bersih 8%
JAKARTA, investor.id - Optimistis lanjutkan kinerja positif, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) incar kenaikan pendapatan dan juga laba bersih sebesar 8% pada tahun ini. Target itu akan didorong oleh sektor bisnis solusi dan konsultasi digital serta distribusi.
Sebagai informasi, Pada 2022, MTDL mencatatkan pendapatan sebesar Rp 20,9 triliun yang merupakan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah Perseroan. Pendapatan 2022 tersebut tumbuh 13,4% YoY. Dari pendapatan tersebut, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 580,5 miliar meningkat 14,1% dari 2021.
Presiden Direktur Metrodata Electronics (MTDL) Susanto Djaja menjelaskan, pertumbuhan pendapatan akan dicapai oleh sektor solusi dan konsultasi digital, serta distribusi. Salah satu fokus utama dari tiga sektor itu yakni pengembangan layanan cloud based solutions.
“Kami melihat saat ini para korporasi yang melakukan transformasi digital sangat memerlukan cost efficiency, dengan begitu potensi pertumbuhan implementasi cloud based diperkirakan akan meningkat pada tahun ini,” jelas dia dalam paparan publik virtual, Selasa (30/5/23).
Dengan alasan itu, Susanto menilai prospek bisnis solusi dan konsultasi digital pada tahun 2023 akan bertumbuh. Disisi lain, MTDL melihat fenomena serangan siber yang semakin mendunia sebagai suatu tantangan untuk menyediakan solusi TIK yang inovatif dan relevan dengan perkembangan transformasi teknologi saat ini antara lain seperti IT Security.
“Perseroan juga mengambil langkah-langkah adaptif dalam menanggapi kebutuhan solusi TIK seperti menyediakan Cloud Hyperscaler (Azure, AWS, Google Cloud), serta software subscription dan SaaS (Software as a Service),” ujar dia.
Sementara itu, anak usaha MTDL di bidang Bisnis Distribusi Digital PT Synnex Metrodata Indonesia, awal Mei lalu telah menjalin kemitraan dengan perusahaan lokal produsen perangkat lunak untuk manajemen infrastruktur IT dan komputasi awan, PT Awan Komputasi Teknologi.
Melalui kemitraan ini, PT Synnex Metrodata Indonesia akan berperan sebagai Value Added Distributor untuk memasarkan solusi Cloud Management Platform (CMP) dan Hyper Converged Infrastructure (HCI) kepada perusahaan baik besar maupun kecil dan menengah, sektor publik, pemerintah, cloud pribadi, dan penyedia layanan cloud yang mendukung program pemerintah dalam Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Sementara itu, dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada hari yang sama, para pemegang saham menyetujui usulan dividen sebesar Rp 14,5 per saham atau dengan total mencapai Rp 178,01 miliar. Dividen berasal dari 30,67% laba bersih perseroan pada 2022. Ini, merupakan pembagian dividen tertinggi sepanjang sejarah perseroan.
“Dengan bangga kami menyampaikan bahwa ini merupakan pembagian dividen dengan jumlah paling banyak dalam sejarah Perseroan, yang juga merupakan wujud dari apresiasi kami kepada para pemegang saham yang telah dengan setia bersama-sama menjalani usaha mengembangkan bisnis MTDL yang berkesinambungan,” kata dia.
Lebih lanjut, RUPST dari emiten Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Digital khususnya di bidang Solusi dan Konsultasi Digital serta Distribusi Digital ini juga memutuskan, bahwa sebesar 69,33% dari laba bersih tahun 2022 atau Rp 402,5 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler



