Bangun Pabrik Ethylene Dichloride, Chandra Asri (TPIA) Gandeng Licensor Amerika
JAKARTA, investor.id - Entittas PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), yakni PT Chandra Asri Alkali (CAA) menandatangani Perjanjian Lisensi, Rekayasa Dasar, dan Layanan Teknis dengan pemberi lisensi (licensor) teknologi vinil terkemuka asal Amerika Serikat untuk mendirikan pabrik ethylene dichloride (EDC).
“Chandra Asri bangga dapat berkolaborasi dengan licensor teknologi vinil terkemuka asal Amerika dalam mengembangkan pabrik ethylene dichloride berskala dunia,” terang Presiden Direktur Chandra Asri (TPIA) Erwin Ciputra secara tertulis, Selasa (30/5/2023).
Pendirian pabrik EDC ini selaras dengan rencana bisnis perusahaan yang hendak mengembangkan pabrik chlor-alkali dan ethylene dichloride (CA-EDC) terintegrasi berskala dunia. Selain itu, perseroan kini juga tengah melakukan proses seleksi kontraktor teknis, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) untuk pabrik CA-EDC.
Pabrik CA-EDC yang nantinya dioperasikan oleh anak usaha CAP2, PT Chandra Asri Alkali, akan memproduksi 500 ribu metrik ton ethylene dichloride per tahun serta lebih dari 400 ribu metrik ton caustic soda per tahun.
“Kehadiran pabrik EDC diharapkan dapat membantu kekurangan bahan baku di Asia Tenggara akibat meningkatnya permintaan pada rantai produk vinil,” ujar Director of HR & Corporate Affairs Chandra Asri Suryandi.
Ia menambahkan, ethylene dichloride umumnya digunakan sebagai bahan kimia perantara pembuatan PVC (polyvinyl chloride), yaitu plastik yang umum digunakan pada pipa di sektor konstruksi.
Sebagai mitra pertumbuhan, Chandra Asri berupaya mendukung sektor konstruksi dan infrastruktur di tingkat regional dengan menyediakan bahan baku polimer berkualitas tinggi untuk polyvinyl chloride.
Sedangkan Erwin mengatakan, pembangunan pabrik EDC turut berkontribusi pada pendapatan negara dan pertumbuhan ekonomi, melalui ekspor berkelanjutan dengan menangkap peluang bisnis yang ada.
“Kami berharap kerja sama ini akan membantu Chandra Asri menjalankan strategi intinya dalam mencapai pertumbuhan transformasional serta mendukung ambisi Indonesia untuk menjadi produsen petrokimia terbesar di ASEAN sekaligus mitra strategis bagi sektor hilir,” papar Erwin,
Dia menegaskan, proyek pabrik EDC juga sejalan dengan rencana perusahaan untuk mengembangkan kompleks petrokimia skala dunia kedua, CAP2.
Sebelumnya, Chandra Asri dan Indonesia Investment Authority (INA) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk berkolaborasi mengembangkan proyek CA-EDC. Asahi Kasei Corporation (AKC), licensor terkemuka kelas dunia dengan teknologi chlor-alkali yang canggih dari Jepang, juga telah ditunjuk sebagai pemberi lisensi teknologi untuk pabrik chlor-alkali. Pabrik CA-EDC milik CAA ini akan dibangun di Cilegon.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler




