Kamis, 14 Mei 2026

Topang IHSG, Penguatan Saham GOTO telah Capai 61,5% Sepanjang 2023

Penulis : Parluhutan Situmorang
2 Jun 2023 | 08:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)

JAKARTA, Investor.id – Berkat lonjakan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) hingga auto reject atas (ARA) pada perdagangan akhir Mei 2023, maka penguatan harga saham tersebut year to date (YTD) telah mencapai 61,5%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO telah melesat sebanyak 61,5% terhitung sejak akhir tahun 2022 hingga 31 Mei 2023 dari level Rp 91 menjadi Rp 147. Sedangkan sepanjang Mei 2023, saham GOTO melesat 41,3%.

Data tersebut juga mengungkap bahwa GOTO menjadi saham penyumbang terbesar terhadap kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI dengan kontribusi 106,62 poin dan disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak 77,16 poin.

ADVERTISEMENT

Sedangkan IHSG BEI terhitung sejak akhir tahun hingga akhir Mei 2023 mencatatkan penurunan sebanyak 217,36 poin (3,17%) menjadi 6.633,26.

Pada perdagangan Rabu (31/5/2023), saham GOTO ditutup ARA setelah naik Rp 38 (34,86%) menjadi Rp 147. Pemodal asing juga memborong (net buy) saham GOTO hingga Rp 2,86 triliun.  

Lonjakan harga tersebut terjadi setelah saham GOTO resmi masuk indeks MSCI terhitung sejak penutupan perdagangan 31 Mei 2023.

MSCI merupakan perusahaan penyedia indeks saham dan obligasi yang populer di dunia investasi. Indeks yang diluncurkan MSCI banyak digunakan oleh para pengelola dana sebagai acuan (benchmark) untuk meracik produk investasi.
 
Sebagaimana diketahui, MSCI secara periodik melakukan review atas saham-saham apa saja yang layak dimasukkan menjadi konstituen dan mana yang harus tergeser atau yang lebih dikenal dengan sebutan rebalancing.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 26 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 27 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 38 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia