Ssstt! Ada Agung Sedayu & Grup Salim di Balik PANI
JAKARTA, investor.id - PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) membukukan pendapatan Rp 919 miliar pada kuartal I-2023, melesat 695% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian itu diraih karena ditunjang oleh penjualan real estat yakni dari rumah tinggal dan tanah kavling yang melonjak tajam hingga 36 kali lipat dari kuartal pertama tahun sebelumnya.
Manajemen PANI menjelaskan, penjualan tersebut dikontribusikan oleh anak perusahaan PANI yang terletak di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).
Di periode yang bersamaan, PANI dapat menekan beban usaha dengan baik sehingga turun sebesar 11% dari periode yang sama tahun 2022. Efek dari pencapaian di atas, PANI mentoreh kinerja cemerlang di mana laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp 446 miliar hanya di tiga bulan awal 2023.
Direktur PANI, Ipeng Widjojo memberikan komentarnya mengenai perihal tersebut.
Menurut dia, PANI akan memegang komitmen kepada seluruh pemangku kepentingan dan menjalankan strategi usaha yang telah dirancang sedemikian rupa untuk sampai ke tujuan jangka menengah dan jangka panjang, paling tidak 5 tahun dari sekarang.
“Sebagai tonggak tahap awal, PANI telah berhasil mengakuisisi lahan sekitar 762 ha yang terletak strategis di PIK 2 dan terus mengusahakan target prapenjualan tahun 2023 bisa tercapai 100% di akhir tahun nanti,” paparnya dalam keterangan resmi dikutip Senin (5/6/2023).
“Saya mendorong terus inovasi cemerlang untuk menciptakan pasar yang optimal di PIK2 dan profitabilitas yang sustain tanpa mengorbankan kepercayaan konsumen,” sambung dia.
“Dengan upaya dan daya kita bersama secara optimal, saya berharap para pemegang saham dapat melihat pertumbuhan nilai yang berkelanjutan di setiap kuartal dan saya sangat optimis dengan prospek bisnis PANI ke depan,” pungkasnya.
Agung Sedayu & Grup Salim
PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) mengawali kegiatan usahanya pada tanggal 1 Maret 2001 sebagai produsen di bidang industri kemasan kaleng.
Pada bulan Desember 2017, PANI melakukan akuisisi terhadap PT Windublambangan Sejati yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan hasil perikanan dan jasa pembekuan/penyimpanan di kamar pendingin.
Pada tanggal 18 September 2018, PANI berubah status menjadi perusahaan terbuka melalui pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sebelumnya menggelar initial public offering (IPO) di harga Rp 108/saham dan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 150 juta saham.
Pada tahun 2021, PT Multi Artha Pratama (MAP) yang bergerak di bidang pengembang properti di PIK, mengambil alih saham PANI sebanyak 80% atau sebesar 328 juta saham.
Dengan masuknya MAP sebagai pemegang saham mayoritas, PANI diversifikasi portofolio usaha menjadi pengembang properti yang disponsori oleh Grup Agung Sedayu dan Grup Salim.
Dan kemudian melaksanakan aksi korporasi yakni penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I), PANI melakukan penawaran umum terbatas sebanyak 13,12 miliar saham baru biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham dengan harga penawaran sebesar Rp 500 per saham dan telah tercatat pada BEI pada 23 Agustus 2022.
Sementara itu, dalam website resmi PIK2 dijelaskan bahwa PIK2 merupakan mahakarya terbaru Agung Sedayu Group, berkolaborasi dengan Salim Group.
Selain itu disebutkan PIK2 merupakan waterfront city yang didesain berkelas dunia, dengan fasilitas yang komprehensif untuk kualitas hidup yang lebih baik. Sebuah tujuan untuk pulang, tempat untuk beraktivitas, bekerja, dan tujuan wisata dan kuliner.
Smart city yang didesain dengan teknologi modern, sekaligus pengembangan properti dengan peluang investasi yang menjanjikan.
Pemegang Saham
Per 30 April 2023, pemegang saham PANI terdiri dari PT Multi Artha Pratama (MAP) 88,07% selaku pengendali dan masyarakat 11,93%. Pemegang saham MAP terbagi dari PT Agung Sedayu 100 juta saham dan PT Tunas Mekar Jaya 100 juta saham.
Kemudian, PT Agung Sedayu sendiri – berdasarkan data 2022 – pemegang sahamnya, yakni PT Cahaya Bintang Sejahtera (CBS) 50% dan PT Catur Kusuma Abadi Sejahtera (CKAS) 50%.
Di mana CBS dimiliki 99,61% oleh Susanto Kusumo dan 0,39% punya Steven Kusumo. Sedangkan CKAS sahamnya 25% masing-masing dipunyai oleh Luvena Katherine Halim, Richard Halim Kusuma, Alexander Halim Kusuma, dan Sugianto Kusuma alias Aguan sang pendiri Grup Agung Sedayu. Richard Halim Kusuma diketahui adalah anak Aguan.
Sementara itu, 95,9995% saham PT Tunas Mekar Jaya dimiliki Hindarto Budiono dan 0,0005% oleh Harris Then.
Dan berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek PANI per akhir April, penerima manfaat akhir dari kepemilikan PANI terdiri dari Susanto Kusumo, Alexander Halim Kusuma, Richard Halim Kusuma, dan Hindarto Budiono.
Hindarto Budiono sendiri diketahui adalah mitra Anthoni Salim. Salah satunya sebagaimana terungkap dari laporan tahunan 2022 PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).
Hindarto Budiono mempunyai saham tidak langsung PT Indolife Pensiontama, pemegang saham utama Bank Ina. Hindarto menggenggamnya lewat PT Lintas Sejahtera Langgeng bersama Axton Salim, anak Anthoni Salim. Sementara Anthoni Salim sendiri merupakan pemilik manfaat akhir Bank Ina.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






