Jumat, 15 Mei 2026

Market Cap Rp 129 Triliun, Saham Ini Akhiri Dominasi Merdeka Copper

Penulis : Harso Kurniawan
7 Jun 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Aktivitas penambangan dan pengangkutan di tambang Amman Mineral. (Foto: Amman Mineral Internasional)
Aktivitas penambangan dan pengangkutan di tambang Amman Mineral. (Foto: Amman Mineral Internasional)

JAKARTA, Investor.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) akan memiliki kapitalisasi pasar (market cap) berkisar Rp 120-129 triliun begitu sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Juli 2023. Dengan demikian, market cap Amman Mineral terbesar di sektor material dasar Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, dikutip Selasa (6/6/2023), market cap Amman Mineral mencapai Rp 120 triliun, jika harga pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham mencapai Rp 1.650. Adapun market cap Rp 129 triliun tercapai jika harga pelaksanaan IPO Amman Mineral di harga tertinggi, Rp 1.775.

Sebagai perbandingan, tulis Phintraco, market cap PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) per 6 Juni 2023 mencapai Rp 73 triliun, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 65,5 triliun, PT Aneka Tambang Tbk Rp 47 triliun, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 18,4 triliun.

ADVERTISEMENT

Adapun market cap dua pendatang baru di sektor ini, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel masing-masing Rp 81 triliun dan Rp 51 triliun, berdasarkan data Google Finance.

Amman Mineral akan melepas 7,2 miliar saham melalui IPO dengan harga penawaran Rp 1.650-1775. Perusahaan pertambangan tembaga dan emas ini bakal meraup dana IPO maksimal Rp 12,9 triliun, lebih besar Merdeka Battery dan Harita Nickel sekaligus menjadi IPO terbesar sepanjang tahun 2023 berjalan.

Perkiraan tanggal efektif IPO Amman Mineral 26 Juni, masa penawaran umum 28 Juni-3 Juli, dan pencatatan saham di BEI diprediksi 5 Juli 2023. Ada empat penjamin emisi IPO Amman Mineral, yakni BNI Sekuritas, CLSA, DBS Vicker, dan Mandiri Sekuritas.

Dari total dana IPO Rp 12,9 triliun, perseroan akan menggunakan Rp 1,7 triliun untuk penyetoran modal ke PT Amman Mineral Industri (AMIN). Dana ini akan digunakan AMIN untuk membiayai pengeluaran modal atas proyek smelter di Dusun Otakeris, Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kemudian, sekitar Rp 3 triliun dana IPO akan digunakan perseroan untuk melunasi utang kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggar (AMNT). Perseroan akan melakukan pelunasan utang kepada AMNT dalam mata uang dolar AS.

Adapun sisa dana IPO akan digunakan untuk penyetoran modal kepada AMNT melalui pengambil alihan saham baru yang akan diterbitkan oleh AMNT. Dana ini akan digunakan AMNT untuk membiayai pengeluaran modal atas proyek ekspansi pabrik konsentrator yang berlokasi di Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Phintraco mencatat, dengan harga pelaksanaan IPO Rp 1.650, valuasi saham AMMN cukup atraktif dengan PER 7 kali, jauh di bawah MDKA 389 kali, INCO 11 kali, ANTM 7 kali, dan BRMS 144 kali. Adapun PBV harga pelaksanaan ini mencapai 1,76 kali, lebih murah dari MDKA 4,8 kali, INCO 1,78 kali, ANTM 1,87 kali, namun lebih mahal dari BRMS 1 kali.  Sementara itu, dengan harga IPO Rp 1.775, PER saham AMMN mencapai 7,5 kali, hanya kalah murah dari ANTM 7,1  kali.

Pengembangan Bisnis

Amman Mineral adalah induk AMNT, perusahaan pemilik tambang tembaga dan emas nomor dua di Indonesia. AMNT memiliki cadangan setara tembaga terbesar nomor lima di dunia apabila tambang Batu Hijau dikombinasikan dengan cebakan Elang. Kedua tambang ini berada di Nusa Tenggara Barat.

Data cadangan bijih Amman untuk Batu Hijau dan Elang per 31 Desember 2022 sesuai JORC Code 2012 (Joint Ore Reserves Committee) adalah sebesar 17,12 miliar pon tembaga dan 23,2 juta ons emas. Per 31 Desember 2022, tambang Batu Hijau secara kumulatif telah memproduksi 9.400 Mlbs tembaga dan 9,5 Moz emas

Amman Mineral mencatatkan penjualan bersih US$ 2,83 miliar pada 2022, meningkat 117,9% dari 2021 di posisi US$ 1,29 miliar. Laba bersih terbang 242,7% dari US$ 320,61 juta menjadi US$ 1,09 miliar tahun 2022. Jumlah aset per 31 Desember 2022 sebesar US$ 6,49 miliar dan liabilitas total US$ 2,88 miliar.

Presiden Direktur Amman Mineral Alexander Ramlie mengatakan, AMNT sudah memasuki fase tujuh dalam operasional tambang Batu Hijau. "Kami sedang tahap pengembangan fase 8 yang diperkirakan dapat memperpanjang usia tambang hingga 2030. Kami juga akan mulai mempersiapkan Elang untuk dapat memulai operasional penambangan di tahun 2031 hingga 2046,” papar dia.

Perseroan melalui AMIN akan membangun smelter berkapasitas input awal 900 ribu ton konsentrat tembaga per tahun. Nantinya, smelter ini mengolah konsentrat tembaga dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang.

Smelter itu akan menghasilkan 222 ribu ton katoda tembaga, 830 ribu ton asam sulfat dengan konsentrasi 98%. Lalu untuk pemurnian logam mulia akan menghasilkan 18 ton emas batangan dengan kemurnian emas 99,9%, 55 ton perak batangan dengan kemurnian perak 99,9%, dan logam mulia lainnya.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia