Saham Pilihan Teratas pada Semester II, GOTO Masuk?
Unggul di ASEAN
Sementara itu, Mandiri Sekuritas memproyeksikan pasar modal Indonesia masih akan menjadi pasar yang menarik bagi para pelaku pasar. Hal ini ditopang oleh tiga faktor utama.
Head Equity Research, Strategy, Consumer Mandiri Sekuritas Adrian Joezer menyebut, ketiga faktor itu adalah likuditas yang menunjukkan perbaikan, kemudian sektor yang lebih diversify, dan ketahanan risiko eksternal pasar modal Indonesia yang jauh lebih baik sehingga stabilitasnya terjaga dengan baik.
Dari sisi likuiditas misalnya, Joezer menerangkan bahwa selama tiga tahun terakhir, pasar Indonesia relatif likuid berkat semaraknya aksi korporasi berupa Initial Public Offering (IPO) saham.
"IPO di atas US$ 500 juta di Indonesia sudah terjadi. Tahun 2021 ada dua, tahun 2022 ada dua, dan tahun ini ada tiga. Jadi, kalau kita lihat likuiditas pasarnya sudah improve karena deepening-nya sudah berjalan lebh baik," ucap Joezer.
Dengan begitu, secara positioning di ASEAN, pasar modal Indonesia seharusnya lebih baik di mata investor asing. Ditambah, dari sisi kenaikan turn over pasar modal Indonesia juga tergolong drastis sekitar 21% daripada indeks-indeks lain di Asean saat pre-Covid. "Saat ini delivering pasar kita bisa mencapai US$ 607 juta per hari dalam tiga bulan terakhir," tuturnya.
Capaian tersebut, menurut dia, merupakan daya tarik pasar modal Indonesia. Terlebih, jika pasar di negara berkembang mulai outperform dari negara maju saat US stop tightening dan The Fed mulai menurunkan suku bunga.
Atas pertimbangan itulah, Joezer meyakini pasar modal Indonesia akan jauh lebih menarik dibandingkan pasar negara-negara lainnya. "Jadi, tiga faktor tersebut kita tinggal tunggu saja kapan US stop tightening. Karena tanda-tandanya sudah mulai terlihat dan kita harapkan pivotnya gak akan langsung dan agresif. Tapi, dalam kurun waktu enam sampai 12 bulan ke depan, bisa saja itu terjadi. Karena itu, pelaku pasar saya sarankan untuk tetap menunggu," ujar Joezer.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






