Jumat, 15 Mei 2026

BEI Targetkan Investor Syariah Tumbuh 30%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
16 Jun 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Sejumlah karyawan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Sejumlah karyawan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menargetkan investor saham Syariah tumbuh hingga 30% pada 2023. Hal itu sejalan dengan target pertumbuhan investor pasar modal secara keseluruhan yang juga sama, pada kisaran 20-30%.

"Sehingga targetnya inline, maka dari itu kita harus beli atensi yang lebih pada literasi saham syariah," jelasnya kepada media saat Sharia Investment Week (SIW) 2023 di Jakarta, Kamis (15/6/2023).

Salah satunya, lanjut dia, yakni dengan gelaran acara seminar dan expo pasar modal syariah bertajuk Sharia Investment Week (SIW) 2023. Acara ini, bertujuan untuk memperkuat branding pasar modal syariah. Digarap secara bersama-sama oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, menanggapi pelemahan indeks syariah, Jeffrey kembali mengatakan, penurunan berbagai indeks syariah di pasar saham Indonesia selama awal tahun ini disebabkan oleh mekanisme pasar. “Penurunan tentu tergantung dengan mekanisme di pasar,” ujar Jeffrey.  

Sebagai informasi, hingga 14 Juni 2023, secara year to date (ytd), berbagai indeks syariah di BEI mengalami pelemahan. Diantaranya, Jakarta Islamic Index (JII) tercatat menurun 7,16 % (ytd), Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) menurun 7,74 % (ytd), Jakarta Islamic Index 70 (JII70) menurun 5,49 %, IDX Sharia Growth menurun 5,94 % (ytd). Hal ini sejalan dengan pelemahan IHSG (ytd) sebesar 150,90 poin (2,20%) ke posisi 6.699,72.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal OJK Antonius Hari P M mengatakan, iklim investasi syariah di Indonesia masih memiliki potensi yang sangat besar untuk terus digali dan dikembangkan. "Sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki pangsa pasar yang besar untuk produk dan layanan keuangan berbasis syariah," ujar dia

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia