Jumat, 15 Mei 2026

Jelang Dividen dan Tren Harga Batu Bara, Begini Prospek Saham Bukit Asam (PTBA)

Penulis : Parluhutan Situmorang
16 Jun 2023 | 08:18 WIB
BAGIKAN
Kegiatan penambangan batu bara di area PTBA, Sumatra Selatan. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Kegiatan penambangan batu bara di area PTBA, Sumatra Selatan. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Kebutuhan Energi

Cuaca el nino bisa berimbas terhadap lonjakan kebutuhan listrik, karena peningkatan penggunaan pendingin ruangan maupun kebutuhan lainnya. Alhasil, konsumsi batu bara untuk pembangkit listrik akan semakin besar.

Pekan lalu saja,  harga batu bara acuan di pasar ICE Newcastle (Australia) untuk kontrak Juli 2023 mulai menanjaki dengan lompatan 7,12% secara point-to-point (ptp) ke level US$ 143,7 per ton.

ADVERTISEMENT

Lonjakan tersebut ditopang faktor pengiuatan harga gas alam serta krisis energi di Bangladesh. Namun, penguatan harga batu bara masih cenderung tertahan akibat perlambatan permintaan dari Tiongkok setelah ekonomi negara tersebut melambat.

Peluang rebound harga batu bara tentu akan berimbas terhadap lonjakan pendapatan PTBA. Pada kuartal I-2023, PTBA mencatatkan peningkatan produksi batu bara sebanyak 7% secara tahunan menjadi 6,8 juta ton.

Dari sisi penjualan, total volume sales batu bara PTBA mencapai 8,8 juta ton atau tumbuh 26%, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 7 juta ton. Di saat yang sama, rata-rata harga jual batu bara PTBA atau yang dikenal dengan average selling price (ASP) tetap stabil di Rp 1,1 juta per ton.

Akibat dari stabilnya harga jual serta peningkatan volume penjualan yang signifikan tersebut mendorong pendapatan PTBA melesat sebanyak 21% secara tahunan menjadi Rp 10 triliun.

Ke depan, kinerja bisnis PTBA akan ditopang oleh kinerja operasionalnya yang akan terus membaik. Pada kuartal I-2023, nisbah kupas atau dikenal dengan Stripping Ratio (SR) konsolidasian PTBA berada berada di 7,1x.

"Kami perkirakan stripping ratio akan kembali normal pada kuartal selanjutnya sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh perseroan sebesar 6,3x, setelah aktivitas pra-pengupasan di tambang Air Laya menjadi normal di kuartal berikutnya" tulis Ciptadana Sekuritas dalam laporan risetnya.  

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 13 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 23 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia