Jelang Dividen dan Tren Harga Batu Bara, Begini Prospek Saham Bukit Asam (PTBA)
Kebutuhan Energi
Cuaca el nino bisa berimbas terhadap lonjakan kebutuhan listrik, karena peningkatan penggunaan pendingin ruangan maupun kebutuhan lainnya. Alhasil, konsumsi batu bara untuk pembangkit listrik akan semakin besar.
Pekan lalu saja, harga batu bara acuan di pasar ICE Newcastle (Australia) untuk kontrak Juli 2023 mulai menanjaki dengan lompatan 7,12% secara point-to-point (ptp) ke level US$ 143,7 per ton.
Lonjakan tersebut ditopang faktor pengiuatan harga gas alam serta krisis energi di Bangladesh. Namun, penguatan harga batu bara masih cenderung tertahan akibat perlambatan permintaan dari Tiongkok setelah ekonomi negara tersebut melambat.
Peluang rebound harga batu bara tentu akan berimbas terhadap lonjakan pendapatan PTBA. Pada kuartal I-2023, PTBA mencatatkan peningkatan produksi batu bara sebanyak 7% secara tahunan menjadi 6,8 juta ton.
Dari sisi penjualan, total volume sales batu bara PTBA mencapai 8,8 juta ton atau tumbuh 26%, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 7 juta ton. Di saat yang sama, rata-rata harga jual batu bara PTBA atau yang dikenal dengan average selling price (ASP) tetap stabil di Rp 1,1 juta per ton.
Akibat dari stabilnya harga jual serta peningkatan volume penjualan yang signifikan tersebut mendorong pendapatan PTBA melesat sebanyak 21% secara tahunan menjadi Rp 10 triliun.
Ke depan, kinerja bisnis PTBA akan ditopang oleh kinerja operasionalnya yang akan terus membaik. Pada kuartal I-2023, nisbah kupas atau dikenal dengan Stripping Ratio (SR) konsolidasian PTBA berada berada di 7,1x.
"Kami perkirakan stripping ratio akan kembali normal pada kuartal selanjutnya sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh perseroan sebesar 6,3x, setelah aktivitas pra-pengupasan di tambang Air Laya menjadi normal di kuartal berikutnya" tulis Ciptadana Sekuritas dalam laporan risetnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





