Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah karena Khawatir Perlambatan Ekonomi Tiongkok

Penulis : Grace El Dora
20 Jun 2023 | 14:28 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/ama)
Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/ama)

JAKARTA, investor.id – Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) disebabkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Tiongkok dan prospek suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

“Seperti yang diperkirakan, Tiongkok tadi pagi menurunkan suku bunga pinjaman sebesar 10 basis poin (bps) untuk merespons perlambatan ekonomi,” ujarnya, dikutip dari Antara pada Selasa (20/6).

Menurut dia, perlambatan ekonomi Tiongkok disebabkan permintaan domestik dan global atau ekspor dan impor yang masih lemah. Pada Minggu (18/6), Goldman Sach menurunkan cukup besar proyeksi pertumbuhan negara tersebut.

ADVERTISEMENT

“Sentimen ini bisa bertahan cukup lama, mengingat Tiongkok adalah ekonomi terbesar di Asia dan kedua di dunia. (Namun) pasar tentunya telah mengantisipasinya, kecuali memburuk. Hal ini akan terus menjadi perhatian investor,” tutur Lukman.

Meninjau sentimen dari AS, investor masih menantikan penjelasan Gubernur The Fed Jerome Powell di depan kongres AS pada Kamis (22/6).

“Powell diharapkan memberikan penjelasan kebijakan suku bunga The Fed ke depan, mengingat pada FOMC (Federal Open Market Committee) minggu lalu mengisyaratkan akan ada dua kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun,” kata dia.

Kenaikan suku bunga akan menjadi pemberat bagi rupiah, mengingat Bank Indonesia (BI) sudah mulai berencana menurunkan suku bunga.

”Apabila ini terjadi, maka divergensi kebijakan suku bunga antara BI dan The Fed akan menekan rupiah. Tanpa menurunkan suku bunga pun, suku bunga BI akan sama dengan The Fed yang apabila menaikkannya dua kali,” katanya.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa melemah 0,36% atau 54 poin menjadi Rp 14.994 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 14.940 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia