Jumat, 15 Mei 2026

Bos BSI (BRIS): Divestasi Saham Bisa Dorong Market Cap

Penulis : Nida Sahara
22 Jun 2023 | 15:30 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI Hery Gunardi.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI Hery Gunardi.

JAKARTA, investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI masih menunggu proses peningkatan kepemilikan saham publik (free float). Hal ini bisa dilakukan dari divestasi (pengurangan) saham BSI oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, dibandingkan bank syariah di global, jumlah customer BSI cukup banyak, namun porsi kepemilikan saham publik atau free float bank bersandi saham BRIS ini masih kecil.

“Kalau market cap (kapitalisasi pasar) kami dibandingkan bank syariah global lain, kami di urutan 13. Mimpinya, BSI di 2025 nanti masuk 10 besar market cap. Ini sangat mungkin kalau terjadi divestasi, jadi free float meningkat,” ucap Hery di Jakarta, Kamis (22/6/2023).

ADVERTISEMENT

Adapun, saat ini market cap BRIS sebesar Rp 78,19 triliun. Untuk komposisi pemegang saham BRIS saat ini antara lain Bank Mandiri (BMRI) sebagai pemegang saham pengendali (PSP) dengan porsi 51,47%, kemudian BNI (BBNI) 23,24%, BRI (BBRI) 15,38%, dan publik hanya 9,91%, serta pemerintah memiliki satu lembar saham BRIS.

Free float kami sekarang 9-10%. Mungkin bisa seperti saudara tua kami BNI 60% pemerintah, 40% publik, BRI juga, Mandiri dan BTN juga 60% pemerintah dan publik 40%,” urai Hery.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menegaskan bahwa BRI dan BNI perlahan bakal keluar dari struktur pemegang saham BSI. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, nantinya, pemegang saham pengendali (PSP) masih akan dimiliki oleh PT Bank Mandiri Tbk. Kementerian BUMN juga tengah mengundang calon investor strategis untuk masuk.

“Di pasar, float BSI ingin ditambah lagi. Dari pemegang saham pengendali sekarang Bank Mandiri, akan jadi pengendali selamanya dan ada strategis (investor). BRI, BNI perlahan akan keluar dari BSI, ini kita lihat opportunity market,” kata pria yang akrab disapa Tiko ini, belum lama ini.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia