Bos BSI (BRIS): Divestasi Saham Bisa Dorong Market Cap
JAKARTA, investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI masih menunggu proses peningkatan kepemilikan saham publik (free float). Hal ini bisa dilakukan dari divestasi (pengurangan) saham BSI oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, dibandingkan bank syariah di global, jumlah customer BSI cukup banyak, namun porsi kepemilikan saham publik atau free float bank bersandi saham BRIS ini masih kecil.
“Kalau market cap (kapitalisasi pasar) kami dibandingkan bank syariah global lain, kami di urutan 13. Mimpinya, BSI di 2025 nanti masuk 10 besar market cap. Ini sangat mungkin kalau terjadi divestasi, jadi free float meningkat,” ucap Hery di Jakarta, Kamis (22/6/2023).
Adapun, saat ini market cap BRIS sebesar Rp 78,19 triliun. Untuk komposisi pemegang saham BRIS saat ini antara lain Bank Mandiri (BMRI) sebagai pemegang saham pengendali (PSP) dengan porsi 51,47%, kemudian BNI (BBNI) 23,24%, BRI (BBRI) 15,38%, dan publik hanya 9,91%, serta pemerintah memiliki satu lembar saham BRIS.
“Free float kami sekarang 9-10%. Mungkin bisa seperti saudara tua kami BNI 60% pemerintah, 40% publik, BRI juga, Mandiri dan BTN juga 60% pemerintah dan publik 40%,” urai Hery.
Sebelumnya, Kementerian BUMN menegaskan bahwa BRI dan BNI perlahan bakal keluar dari struktur pemegang saham BSI. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, nantinya, pemegang saham pengendali (PSP) masih akan dimiliki oleh PT Bank Mandiri Tbk. Kementerian BUMN juga tengah mengundang calon investor strategis untuk masuk.
“Di pasar, float BSI ingin ditambah lagi. Dari pemegang saham pengendali sekarang Bank Mandiri, akan jadi pengendali selamanya dan ada strategis (investor). BRI, BNI perlahan akan keluar dari BSI, ini kita lihat opportunity market,” kata pria yang akrab disapa Tiko ini, belum lama ini.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






