Jumat, 15 Mei 2026

Lorena (LRNA) Incar Pendapatan 2023 Tumbuh 25%

Penulis : Muawwan Daelami
25 Jun 2023 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Armada Double decker  PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) 
Sumber: Ist
Armada Double decker PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) Sumber: Ist

“Selain itu, kami juga akan meneliti secara perlahan rute-rute potensial untuk kita perdalam dan rute-rute yang bisa dikembangkan,” jelas Ryanta.

Hanya saja, beberapa hal yang mungkin masih akan memberikan tantangan yaitu banyaknya bus pariwisata yang tidak memiliki trayek resmi, mereka beroperasi di industri AKAP. Penyebabnya, karena selama tiga tahun terakhir, bus-bus pariwisata kesulitan mendapatkan pelanggan sehingga hal ini cukup menyulitkan bagi LRNA.

Akibatnya, Lorena sebagai perusahaan AKAP berizin resmi, sulit untuk agresif dalam melakukan ekspansi di divisi AKAP.

ADVERTISEMENT

Menurut Ryanta, selama pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan belum mampu membenahi persoalan tersebut, maka perusahaan AKAP resmi seperti Lorena akan terganggu. Karena itu, dirinya sepakat dengan adanya kewajiban terkait sistem standar manajemen keselamatan yang dibebankan kepada seluruh perusahaan AKAP dan perusahaan transportasi darat lainnya.

“Kami berharap, dengan kewajiban sertifikasi tersebut akan membantu kami mendapatkan advantage. Jadi, strateginya saya akan membagi investasi atau strategi marketing perseroan. Bukan hanya murni di AKAP, tapi juga di commuter line dan memperkuat divisi ketiga yaitu rental. Karena dengan rental kita tidak akan rugi walaupun secraa profit margin tidak terlalu besar,” ujarnya.

Tahun ini, perseroan juga akan fokus melakukan peremajaan atau rekondisi terhadap bus-bus eksisting yang dimiliki perseroan selama tiga tahun terakhir. Sebab, proses rekondisi ini sebelumnya sempat terhambat.

“Jadi. secara nominal untuk rental tidak bisa saya katakan tergantung dari besarnya tender-tender yang kita menangkan. Sedangkan AKAP dan commuter line kita masih wait and see. Mungkin, tidak akan besar sekitar Rp 10-15 miliar karena itu angka yang kita butuhkan untuk melakukan rekondisi terhadap bus-bus yang kita miliki,” tutup Ryanta. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia