Jumat, 15 Mei 2026

Bukan Indomaret, Ini Kontributor Utama Konsolidasian Indoritel Makmur Grup Salim (DNET)

Penulis : Zsazya Senorita
27 Jun 2023 | 17:05 WIB
BAGIKAN
Salah satu gerai Indomaret. Ilustrasi/Ist
Salah satu gerai Indomaret. Ilustrasi/Ist

JAKARTA, investor.id - PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), induk usaha PT Mega Akses Persada (MAP) atau FiberStar optimistis akan mencetak pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan pada 2023.

Optimisme ini tercermin dari target sambungan pelanggan baru (home connected) yang diharapkan tumbuh 47,36% atau mencapai 500.000 unit.

Sedangkan gelaran kabel hingga akhir 2023 mendatang diperkirakan dapat mencapai 42.832 km. Target ini berdasarkan potensi pasar dan realisasi sambungan baru per Desember 2022 yang mencapai 339.312 unit atau tumbuh 25,8% dibandingkan realisasi tahun 2021.

ADVERTISEMENT

FiberStar yang dikelola MAP merupakan entitas anak dengan kepemilikan saham sebesar 71,97%. Berdiri sejak 2014 dan telah berkembang menjadi salah satu penyedia layanan infrastruktur berbasis serat optik skala nasional. Saat ini, FiberStar telah menjangkau 17 provinsi, 135 kota/kabupaten dengan gelaran serat optik mencapai 36.885 km atau hampir tiga kali diameter Bumi.

Direktur Utama Indoritel Haliman Kustedjo mengatakan, MAP selaku kontributor utama akun pendapatan konsolidasi perseroan selalu tumbuh berkelanjutan. Manajemen konsisten mengembangkan kualitas layanan dan jangkauan pelayanan di seluruh Indonesia.

Pencapaian top line MAP sebesar Rp 1,14 triliun berdampak positif pada kinerja pendapatan DNET sebagai perusahaan induk. Hingga akhir 2022, DNET membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 34,81% menjadi Rp 1,14 triliun.

“Dengan konsep netralitas, FiberStar dapat memfasilitasi kebutuhan pelanggan dengan mendukung perkembangan di berbagai sektor seperti pelanggan NAP/ISP, perusahaan, sekolah, hingga pemukiman,” jelas Haliman dalam paparan publik secara virtual, Selasa (27/6/2023).

Namun dia masih enggan menyebutkan target pendapatan perseroan secara konsolidasi untuk tahun ini. Alasannya, manajemen tidak mau berpuas diri bila realisasi pendapatan hampir memenuhi target. Perseroan ingin terus memperlebar target bila proyeksi awal sudah tercapai.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia