Jumat, 15 Mei 2026

Meski Terkoreksi, Target Harga Saham Mitratel (MTEL) masih Menggiurkan

Penulis : Parluhutan Situmorang
6 Jul 2023 | 19:07 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Mitratel (MTEL). (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Mitratel (MTEL). (Foto: Istimewa)

Margin Keutungan

Salah satu daya tarik MTEL di mata investor adalah net profit margin (NPM) yang lebih baik dari kompetitor. Margin keuntungan bersih adalah rasio persentase yang mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam mengoperasikan bisnis untuk menghasilkan laba bersih.

Berdasarkan data, NPM MTEL mencapai 24,38% hingga kuartal I-2023 dengan laba bersih Rp 501 miliar dan pendapatan Rp 2,06 triliun. Raihan laba tersebut mencerminkan peningkatan dibandingkan dengan hasil pada 2022 dan 2021 sebesar 23,09% dan  20%.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, TOWR dan TBIG kendati memiliki NPM yang lebih tinggi, tapi tengah berada dalam tren penurunan. NPM TOWR pada kuartal I-2023 mencapai 26,27%. Sedangkan pada akhir 2022 sebesar 31% dan akhir 2021 mencapai 39,5%.

Kondisi serupa melanda TBIG dengan NPM kuartal I-2023 sebesar 20,52%. Terjadi penurunan dari tahun 2022 dan 2021 sebesar 24%.

Kondisi tersebut  mendorong tim riset JP Morgan untuk merekomendasikan overweight saham MTEL dan netral untuk TBIG dan TOWR.

"Sebagai pemain menara terkemuka, Mitratel memiliki posisi yang baik untuk pertumbuhan organik dan anorganik, menurut pandangan kami.  Didukung oleh pertumbuhan data nirkabel, persyaratan investasi jaringan, hubungan dengan operator jaringan, dan ruang kepala keuangan untuk mendukung pertumbuhan anorganik," tulis tim riset JP Morgan yang diterbitkan baru-baru ini.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia