Jumat, 15 Mei 2026

Meski Terkoreksi, Target Harga Saham Mitratel (MTEL) masih Menggiurkan

Penulis : Parluhutan Situmorang
6 Jul 2023 | 19:07 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Mitratel (MTEL). (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Mitratel (MTEL). (Foto: Istimewa)

Tiga Katalis

Sementara itu,  CGS-CIMB menyoroti tiga katalis posiitif MTEL. Pertama pertumbuhan tenan bisa mencapai 4-5 ribu per tahun dan jauh lebih tinggi dari pertumbuhan kompetitor berkisar 2,2-3 ribu per tahun. Hal ini disebabkan eksposur menara MTEL yang dominan di luar Jawa.

Kedua, pertumbuhan pendapatan dan EBITDA per tahun yang lebih premium dibandingkan industri. CGS-CIMB memperkirakan pertumbuhan pendapatan MTEL bakal mencapai 9,5% per tahun sejak 2022-2025, sementara pertumbuhan pendapatan industri hanya 6% di periode yang sama.

ADVERTISEMENT

EBITDA MTEL juga diproyeksikan meningkat 10,8% untuk periode 2022-2025 sedangkan dalam periode tersebut pertumbuhan EBITDA industri hanya 6% sejalan dengan pendapatan industri.

Ketiga, agresivitas perseroan dalam memasuki bisnis fiber. MTEL secara cepat memperkuat posisinya di industri fiber dengan portofolio jaringan fiber mencapai 16,6 ribu km pada 2022 dan menargetkan tambahan sepanjang 13 ribu km.

“Kami memperkirakan bisnis fiber akan menjadi pendorong pertumbuhan MTEL dan mengestimasi kontribusi pendapatan segmen ini meningkat 2x dari 3% di 2023 menjadi 6% di 2025” tulis Riset tersebut.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia