Meski Terkoreksi, Target Harga Saham Mitratel (MTEL) masih Menggiurkan
JAKARTA, investor.id – Saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berakhir di zona merah, Kamis (6/7/2023). Saham raja menara telekomunikasi ini terkoreksi Rp 15 (2,17%) Rp 675.
Meski ditutup melemah, penurunan tersebut tegolong masih wajar secara teknikal setelah MTEL berhasil menguat selama tiga hari berturut-turut. Bahkan, dalam sebulan terakhir, saham MTEL masih menorehkan penguatan sebanyak 3,85%.
Baca Juga:
Cek Potensi Gain Besar di Saham TSPCKoreksi ini juga dipicu oleh kekhawatiran atas risalah rapat The Fed yang menyiratkan rencana kenaikan suku bunga. Meski demikian, efek sentimen The Fed bakal bersifat temporer karena pelaku pasar sudah mengantisipasi situasi ini sejak jauh hari.
Lalu, bagaimana prospek jangka panjang MTEL? Sejumlah sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga di atas IPO atau lebih dari Rp 800 untuk MTEL. Konsensus analis menyarankan beli dengan persentase mencapai 97%. Hanya satu sekuritas yang menyematkan rekomendasi hold.
Beberapa analis menilai bahwa saham MTEL mengalami situasi salah harga lantaran emiten ini memiliki kinerja keuangan yang sangat baik dan ditopang fundamental bisnis yang kuat. Maka itu, harga saham dianggap belum mencerminkan performa perusahaan.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





