Jumat, 15 Mei 2026

Telkom (TLKM) Targetkan Konsolidasi Data Center Tuntas Akhir Tahun Ini

Penulis : Muawwan Daelami
10 Jul 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Telkom
Telkom

JAKARTA, investor.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menargetkan konsolidasi pusat data (data center) perseroan tuntas pada akhir 2023.

Direktur Utama Telkom (TLKM) Ririek Ardiansyah menuturkan, pihaknya tengah berupaya mewujudkan konsolidasi data center agar rampung akhir tahun ini. Bahkan dalam waktu dekat, Telkom bakal merealisasikan pembangunan data center di Batam.

"Kami segera membangun data center yang di Batam," ujar di di Jakarta, Minggu (9/7/2023).

ADVERTISEMENT

Langkah ini, menurut Ririek, sejalan dengan fokus perusahaan yang sekarang mengarah ke segmen business-to-business (B2B), setelah resmi memisahkan Indihome kepada anak usahanya, Telkomsel.

"Jadi, kami akan membangun awareness bahwa Telkom fokus pada B2B as service. Artinya akan ada enterprise, government, dan ada juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," jelas Ririek.

Selain data center, kata Ririek Ardiansyah, Telkom akan fokus pada sharing infrastruktur telekomunikasi melalui peran Infraco seperti yang diterapkan di negara-negara lain.

Upaya tersebut tidak lepas dari industri telekomunikasi yang sedang berada di bawah tekanan. Artinya, saat ini industri telekomunikasi secara kapasitas membutuhkan banyak investor seiring bertumbuhnya tingkat konsumsi. Tapi di sisi lain, pertumbuhan pendapatan justru terbatas.

"Kami akan fokus pada Infraco bagaimana Infraco bisa mengimbangi tekanan itu dengan operator lain, sehingga secara nasional terjadi efisienesi, kemudian dapat mempercepat penetrasi layanan komunikasi di seluruh Indonesia," papar dia.

B2B dan B2C

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menegaskan, selepas pemisahan Indihome dari Telkom kepada Telkomsel, Telkomsel akan fokus pada segmen dan business-to-customer (B2C), sedangkan Telkom pada B2B.

Melalui B2B, menurut pria yang akrab disapa Tiko ini, Kementerian BUMN selaku pemegang saham akan mendorong beberapa anak perusahaan untuk melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

"Kemarin sudah IPO Mitratel, sekarang Telkom konsoldiasikan data center dan Infraco," imbuh dia.

Dengan demikian, kata Tiko, Telkom pun menjadi perseroan yang memiliki organisasi terpisah. Pertama, Telkomsel sebagai perusahaan yang mendorong kepada customer driven melalui Indihome dan Fixed Broadband Mobile yang akan meluncurkan produk baru. Kedua, Telkom bertransformasi menjadi B2B provider untuk digital service dan infra services.

"Harapannya, Telkom bisa berperan untuk mendigitalkan Indonesia. Bagaimana seluruh infrastruktur Telkom seperti fiber optik dan tower bisa benar-benar memberikan akses digital kepada seluruh masyarakat Indonesia," tutur dia.

Di sisi lain, Tiko juga ingin corporate value Telkom terus meningkat. "Kita lihat, harga saham TLKM naik tajam beberapa tahun terakhir. Kita ingin dengan transformasi bisnis perusahaan, value yang diciptakan Telkom semakin besar," tegas dia. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia