Jumat, 15 Mei 2026

Berbalik Rebound, Begini Prospek dan Target Harga Saham Mitratel (MTEL) 

Penulis : Parluhutan Situmorang
14 Jul 2023 | 15:38 WIB
BAGIKAN
Menara milik PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel. (Foto: Perseroan)
Menara milik PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id –  Saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mulai bangkit dari tekanan dan berhasil ditutup menguat 1,5% ke level Rp 675 saat berita ini ditayangkan, Jumat (14/7/2023).

Penguatan tersebut merupakan kali kedua dalam sebulan terakhir MTEL bangkit setelah sempat menguji level support Rp 650. Meski perlahan-lahan naik, sejumlah analis memperkirakan potensi cuan saham perusahaan menara terbesar di Indonesia ini masih terbuka lebar.

Terkait pola pergerakan saham MTEL sempat bergerak ke zona merah turun level Rp 655, penurunan tersebut dimanfaatkan sejumlah investor untuk akumulasi. Hasilnya saham MTEL berhasil bangkit ke zona hijau hingga menyentuh level Rp 680, sebelum dtutup di Rp675.

ADVERTISEMENT

MTEL bergerak menguat mengalahkan pergerakan harga saham dua perusahaan menara lainnya sepanjang sesi I. Di antaranya, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang stagnan dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG0 yang naik 1,8%.

MTEL juga mencatatkan volume transaksi lebih besar mencapai 17,82 juta saham dengan nilai transaksi Rp 11,92 miliar. Sementara itu, TBIG mencatatkan volume 822 ribu saham dengan nilai transaksi Rp1,61 miliar dan TOWR mencatatkan volume 4,31 juta dengan nilai Rp 4,66 miliar. 

Sebagai informasi, konsensus analis yang dikompilasi oleh Bloomberg sebelumnya memilih saham MTEL sebagai pilihan teratas untuk sektor menara telekomunikasi dibandingkan TBIG dan TOWR. Sebanyak 100% analis yang terdiri atas 18 sekuritas merekomendasikan beli dengan target harga rata-rata Rp 937 per saham. Target tersebut setara dengan potensi kenaikan 38%.

Beberapa sekuritas yang merekomendasikan beli terdiri atas Mandiri Sekuritas, JP Morgan, Morgan Stanley, Trimegah Sekuritas, dan NH Korindo Sekuritas.

Target Harga

Analis NH Korindo Leonardo Lijuwardi memasang  target harga saham MTEL senilai Rp 835 per saham. Harga ini mencerminkan 11,3 kali perkiraan EV/EBITDA 2023. Target ini juga merefleksikan sahamnya baru diperdagangkan di bawah rata-rata standar deviasi EV/EBITDA sejak perusahaan IPO.

Dia juga menyoroti potensi kontribusi bisnis baru bagi Mitratel kendati saat ini porsi terbesar pendapatan disumbang bisnis menara.

“Hal lain yang mendukung rekomendasi kami adalah pertumbuhan penyewa dan pertumbuhan pendapatan serta ekspansi bisnis menara di masa depan, seperti segmen FTTT (Fiber To The Tower - fiberisasi tower) dan PTTT (Power To The Tower - penyediaan solusi daya ke tower) dan infrastruktur 5G,” tulis Leonardo dalam risetnya.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Nico Margaronis sebelumnya juga melihat potensi besar bisnis fiber optic dan memprediksi Mitratel bakal mampu untuk mencatatkan pertumbuhan kinerja positif tahun ini. “Pendapatan menara sekarang mencapai 92%, non menara sebesar 8% sehingga terbuka prospek jangka menengah dengan adanya sumbangan pendapatan baru,” tulis Nico dalam risetnya.

Di sisi lain, Mitratel juga menargetkan order book yang kuat dari 4.000 penyewa organik untuk dieksekusi pada 2023, 3.000 di antaranya adalah kolokasi. BRI Danareksa merekomendasikan saham MTEL beli dengan target harga Rp 930 per saham.

BRI Danareksa memproyeksikan pendapatan MTEL mencapai Rp 8,62 triliun di tahun ini dan tahun depan Rp 9,25 triliun. Sementara EBITDA tahun ini menjadi Rp 6,84 triliun dan tahun depan Rp 7,42 triliun. Tahun ini, MTEL diproyeksikan mengantongi laba bersih Rp 2,14 triliun, dan tahun depan Rp 2,26 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia