Jumat, 15 Mei 2026

Kemampuan Ekspansi Mitratel (MTEL) Besar, Berikut Prospek Keuangan dan Sahamnya

Penulis : Parluhutan Situmorang
18 Jul 2023 | 08:15 WIB
BAGIKAN
solar panel di menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL)
solar panel di menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL)

JAKARTA, Investor.id –  PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengumumkan telah merealisasikan sektiar 83% dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) untuk belanja modal dan modal kerja. Meski demikian, likuiditas perseroan masih melimpah, sehingga kemampuan ekspansi masih besar untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Mengacu pada keterbukaan informasi yang dirilis perseroan, MTEL telah menggunakan Rp 15,3 triliun dari total perolehan dana IPO saham senilai Rp 18,5 triliun. Sebanyak Rp 13,5 triliun dimanfaatkan untuk belanja modal dalam rangka akuisisi menara dan sisanya Rp 1,8 triliun untuk modal kerja.

Analis MNC Sekuritas Andrew Susilo menjelaskan, sebagian besar dana dari IPO perseroan dimanfaatkan untuk akuisisi menara telekomunikasi, sehingga penggunaan dana tersebut positif. “Kalau dicermati sebagian besar dana IPO digunakan untuk belanja modal akuisisi menara. Kita bisa lihat sekarang MTEL menjadi market leader dengan penguasaan menara lebih dari 36 ribu,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

ADVERTISEMENT

MTEL kini menjadi market leader dengan total jumlah menara mencapai 36.439, lebih banyak dari kompetitornya seperti PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sebanyak 29.757 menara dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan 21.991 menara di kuartal I-2023.

Menurut dia, kebiajakan MTEL yang agresifi mengakuisisi menara memang suatu hal yang krusial untuk dilakukan di industri menara. “Di industri tower, skala bisnis itu penting sehingga akuisisi menara secara agresif menjadi prioritas banyak pemain. Dengan memiliki jumlah menara paling banyak, ruang monetisasinya juga semakin terbuka lebar. Hal ini menjadi kunci sukses di industri menara.” Ungkapnya.

Pasca menggunakan Rp 15,3 triliun, kini sisa dana hasil IPO MTEL mencapai Rp 3,3 triliun. Meski telah terpakai banyak, Andrew masih optimis MTEL memiliki ruang untuk ekspansi yang lebar, terutama jika ingin meningkatkan jumlah portofolio menara maupun untuk ekspansi ekosistem.

“Per akhir kuartal 1-2023 kas dan setara kas MTEL Rp 4,8 triliun. Kalau per tahun beban bunga yang ditanggung MTEL mencapai Rp 1 triliun dan MTEL juga menganggarkan untuk buyback sebesar Rp 1,5 triliun, maka sisanya dana masih ada Rp 2,2 triliun. Berdasarkan hitungan kasar, nilai tersebut mencukupi untuk  mengakuisisi 1.150-1.250 menara dengan asumsi harga per menara setara Rp 2 miliar,” Jelas Andrew.

Tidak hanya untuk ekspansi, membayar utang dan buyback saham, menurut dia, MTEL juga masih memiliki ruang likuiditas untuk membayar dividen dengan potensi laba bersih yang diperoleh tahun ini tumbuh setidaknya 10-11% mencapai Rp 2 triliun.

Hal ini mendorong Andrew untuk mempertahankan rekomendasi buy saham MTEL dengan target harga Rp 1.000/saham atau mengindikasikan adanya potensi upside sebesar 50% dari harga penutupan perdagangan Senin (17  Juli 2023) sekitar Rp 660 per saham. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia