Kemampuan Ekspansi Mitratel (MTEL) Besar, Berikut Prospek Keuangan dan Sahamnya
Potensi Fiber Optic
Sementara itu, analis Trimegah Sekuritas Richardson Raymond dan Sabrina mengatakan, Mitratel merupakan perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan portofolio sebanyak 36.439 menara telekomunikai. Angka tersebut jauh di atas Tower Bersama (TBIG) sebanyak 21.991 menara dan Sarana Menara (TOWR) mencapai 29.757 menara hingga kuartal I-2023.
Selain kepemilikan menara terbanyak, dia mengatakan, Mitratel memiliki jaringan menara terluas di luar pulau Jawa atau mencapai 58%. Perseroan juga tercatat sebagai perusahaan menara telekomunikasi dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia.
Sentimen positif bagi Mitratel, terang dia, datang dari pertumbuhan rasio kolokasi dan tenan menara telekomunikasi perseroan. Hal ini didukung komitmen seluruh operator selular untuk peningkatan kualitas jaringan dengan menambah BTS 4G dan perluasan jaringan ke luar Jawa.
“Kami memperkirakan Mitratel akan menjadi perusahaan menara yang paling diuntungkan atas gencarnya peningkatan kualitas jaringan operator di luar pulau Jawa. Hal ini akan membuat rasio tenan meningkat menjadi 1,53 kali tahun 2023 dan menjadi 1,59 kali pada 2024,” tulisnya.
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, Mitratel didukung infrastruktur fiber optic yang telah mencapai 25.508 kilo meter hingga kuartal I-2023. Infrastruktur ini telah tersebar di berbagai darah Indonesia. Meski demikian kontribusinya baru mencapai 1,7% terhadap total pendapatan tahunan.
“Kami melihat bahwa ada potensi peningaktan secara massif panjang fiber optic Mitratel, jika Telkom yang menguasai sepanjang 170.035 km fiber optic dilepas kepada Mitratel ke depan. Namun strategi ini akan sangat tergantung kepada Telkom,” terangnya.
Trimegah Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap sisi keuangan Mitratel, menurut dia, net gearing MTEL hanya mencapai 0,3 kali pada kuartal I-2023 atau jauh rendah dari kompetitornya, seperti TOWR mencapai 3 kali dan TBIG sekitar 2,2 kali. Bahkan, total utang perseroan diprediksi lanjut turun dalam beberapa tahun mendatang didukung kuatnya posisi keuangan perseroan.
Trimegah Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Mitratel menjadi Rp 2,05 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 1,78 triliun. Begitu juga dengan pendapatan perseroan diprediksi meningkat dari Rp 7,72 triliun menjadi Rp 8,63 triliun pada 2023.
Hal ini mendorong Trimegah Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 940. Target tersebut mengimplikasikan EV/EBITDA tahun 2024 sektiar 12 kali.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






