Jumat, 15 Mei 2026

Penguatan Rupiah Terbatasi Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Tiongkok

Penulis : Grace El Dora
18 Jul 2023 | 17:06 WIB
BAGIKAN
Seorang konsumen menggunakan telepon pintar saat antre menukarkan mata uang asing pada jasa penukaran di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/aa)
Seorang konsumen menggunakan telepon pintar saat antre menukarkan mata uang asing pada jasa penukaran di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/aa)

JAKARTA, investor.id – Analis pasar uang Lukman Leong menyatakan penguatan rupiah terbatasi oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi di Tiongkok dan regional Asia setelah pengumuman data produk domestik bruto (PDB) Tiongkok yang lemah.

“Rupiah menguat didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai tingkat terendah dalam 15 bulan. Penguatan rupiah terbatasi oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi di Tiongkok dan regional Asia setelah data PDB Tiongkok yang lemah,” ujar Lukman Leong dikutip Antara di Jakarta, Selasa (18/7).

Faktor penguatan rupiah turut dipengaruhi data perdagangan Indonesia bulan Juni 2023 yang menunjukkan penurunan pada ekspor dan impor yang lebih besar dari perkiraan.

ADVERTISEMENT

Sektor ekspor Indonesia mengalami penurunan -21,18% dibandingkan perkiraan yang sebesar -18,65%. Begitu pula dengan sektor impor yang menurun -18,35% dibandingkan perkiraan -7,75%. Ia memprediksi data penjualan ritel AS yang akan dirilis malam ini meningkat 0,5% month of month (MoM), lebih baik dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,3%.

“Walau demikian, dolar AS mungkin hanya akan sedikit didukung oleh data ritel ini, secara umum dolar AS masih akan tertekan hingga FOMC (Federal Open Market Committee) minggu depan,” ungkap Lukman.

Pada Selasa pagi, pengamat pasar uang Ariston Tjendra menyatakan rupiah dapat menguat terhadap dolar AS meskipun semalam data indeks manufaktur wilayah New York, AS menunjukkan hasil yang lebih bagus dari ekspektasi.

“Data tersebut menunjukkan aktivitas manufaktur di wilayah New York di bulan Juli menunjukkan pertumbuhan, dibandingkan ekspektasi penurunan (+1,1 versus -4,3),” kata Ariston.

Pada perdagangan Selasa sore, rupiah mengalami penguatan sebesar 0,11% atau 16 poin menjadi Rp 14.997 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.981 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 35 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 37 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia