Dolar Rebound Dipicu Kuatnya Penjualan Ritel AS
Pejabat The Fed masih berada di jalur untuk menaikkan suku bunga ke level tertinggi 22 tahun pada pertemuan 25-26 Juli, namun beberapa analis memperingatkan bahwa dolar AS dapat segera menghapus semua kenaikan pasca-pandemi.
"Seperti yang terjadi pada Januari/Februari sebelum krisis Silicon Valley Bank, pasar mengantisipasi puncak suku bunga AS dan tingkat relatif penyempitan lebih lanjut. Jika tidak ada yang terjadi untuk menghilangkan ekspektasi tersebut, saya perkirakan indeks dolar akan bergerak lebih dekat. tetapi tidak sampai ke titik terendah di akhir tahun 2020," kata Kit Juckes, ahli strategi makro di Societe Generale.
Pada akhir perdagangan New York, Euro turun menjadi US$ 1,122 dari US$ 1,124 pada sesi sebelumnya. Serta Poundsterling Inggris turun menjadi US$ 1,304 dari US$ 1,308 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 138,87 yen Jepang, lebih tinggi dari 138,64 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,85 Franc Swiss dari 0,86 Franc Swiss, dan turun menjadi 1,317 dolar Kanada dari 1,318 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,21 Krona Swedia dari 10,23 Krona Swedia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






