Jumat, 15 Mei 2026

Lima Emiten Ritel Bungkus Pendapatan Rp 85 Triliun, Potensi Gain MAPI Paling Gede

Penulis : Harso Kurniawan
20 Jul 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Salah satu gerai Mitra Adiperkasa. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Salah satu gerai Mitra Adiperkasa. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak lima emiten ritel diproyeksikan mengantongi pendapatan Rp 85 triliun semester I-2023, naik 13% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 75 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih lima emiten itu tumbuh 9% menjadi Rp 3,7 triliun dari Rp 3,4 triliun.

Kelima emiten ritel itu adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP/MAPI), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pemilik jaringan minimarket Alfamart.

Lonjakan kinerja keuangan diyakini memperkuat prospek saham emiten ritel di BEI. Dari lima saham di atas, potensi gain saham MAPI paling besar.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan riset Indo Premier Sekuritas, dikutip Rabu (19/7/2023), MAP diproyeksikan mencetak pertumbuhan pendapatan tertinggi per Juni 2023, yakni 25%, menjadi Rp 16,8 triliun dari Rp 13,4 triliun, diikuti Alfamart sebesar 12,8% menjadi Rp 54 triliun, Matahari 10,2% menjadi Rp 7,8 triliun, Ace Hardware 8,7% menjadi Rp 7,8 triliun, dan Ramayana 0,4% menjadi Rp 3,03 triliun.

Sementara itu, Ace Hardware diestimasi mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi di semester I tahun ini, sebesar 27% menjadi Rp 308 miliar, diikuti MAP sebesar 19,7% menjadi Rp 949 miliar, Alfamart 11,9% menjadi Rp 1,4 triliun, Ramayana 0,1% menjadi Rp 286 miliar. Adapun laba bersih Matahari ditaksir turun 11,6% menjadi Rp 812 miliar.

Indo Premier menilai, konsumsi kelas menengah atas tahun ini masih solid, sedangkan masyarakat bawah berat, karena penurunan bantuan social pemerintah sebesar 12,2% per Mei 2023. Selain itu, angka pengangguran cukup tinggi, mencapai 8 juta per Februari 2023, dibandingkan bulan sama 2019 sebanyak 7 juta. Ini tak lepas dari pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya, yakni alas kaki dan tekstil.

Imbasnya, penjualan selama periode Lebaran yang dicetak peritel modern bervarisi. Peritel yang menyasar segmen bawah membukukan penurunan penjualan, seperti Ramayana dan Matahari, sebesar 1%.

Sebaliknya, Ace Hardware yang membidik segmen menengah ke atas menikmati same store sales growth (SSSG) tinggi, besar 15% dan 1,1% pada April dan Mei 2023. Adapun penjualan Lebaran peritel ini tumbuh 13%.

“MAP juga mengindikasikan menuai pertumbuhan penjualan tinggi, mencapai dua digit, selama Lebaran. Adapun SSSG Alfamart tumbuh 5,9% kuartal II-2023, sehingga membuat SSSG semester I tumbuh 6%,” tulis Indo Premier.

Sejalan dengan itu, Indo Premier memprediksi laba bersih Ace Hardware bisa naik 69% kuartal II-2023, diikuti oleh Alfamart dan MAP masing-masing 9,6%. Sebaliknya, laba bersih Ramayana ditaksir stabil, sedangkan Matahari turun 8%. 

Indo Premier mempertahankan rekomendasi outperform saham sektor ritel di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham pilihan broker ini adalah MAPI, kendati saham ACES melesat tajam, 52,8% dalam tiga bulan terakhir, melebihi MAPI yang naik 19% dan LPPF, RALS, dan AMRT yang masing-masing turun 30%, 8,5%, dan 4,4%.

Indo Premier menyematkan rekomendasi buy saham MAPI dan LPPF dengan target harga Rp 2.200 dan Rp 5.000, serta hold AMRT, ACES, dan RALS dengan target harga Rp 2.630, Rp 630, dan Rp 650.

Prospek Semester II

Di sisi lain, Mandiri Sekuritas menilai, penjualan ritel modern bisa melaju kencang semester II tahun ini. Hal itu dipicu penguatan nilai rukar rupiah, penurunan inflasi makanan, pencairan bantuan sosial, dan turunnya dana pemilu.

Sepanjang 2023, broker itu menilai, peritel menengah atas seperti MAP dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPI) terus menunjukkan tren pemulihan. Namun, peritel dengan pasar segmen bawah seperti Ramayana dan Matahari terimbas oleh belum pulihnya daya beli target konsumen.

“Cerita berbeda ini sebenarnya sudah biasa bagi peritel. Lemahnya daya beli masyarakat bawah juga terlihat di harga ayam negeri, biaya kredit bank segmen ini, dan tren pasien JKN di rumah sakit,” tulis broker itu.

Mansek menilai, perlambatan konsumsi masyarakat bawah disebabkan oleh maraknya PHK, kualitas pendapatan yang rendah, dan kurangnya dana bantuan sosial.

Mansek merekomendasikan buy saham MAPA, MAPI, ERAA, LPPG, dan RALS, dengan target harga Rp 9.630 (sebelum stock split), Rp 2.480, Rp 600, Rp 4.600, dan Rp 700. Adapun saham ACES diberi rekomendasi netral dengan target harga Rp 690.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia