Empat Raksasa Properti Raup Prapenjualan Rp 12 T, Saham Bisa Lari
JAKARTA, investor.id – Sebanyak empat raksasa properti nasional, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), membukukan total prapenjualan (presales) Rp 12,09 triliun semester I-2023, naik 2,6% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas, Ciputra mencetak prapenjualan tertinggi, Rp 5 triliun, semester I tahun ini, tumbuh 27% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,9 triliun. Sementara itu, prapenjualan BSD tumbuh 2,8% menjadi Rp 4,7 triliun dari Rp 4,6 triliun.
Adapun prapenjualan Pakuwon ambles 25% menjadi Rp 600 miliar per Juni 2023 dari Rp 802 miliar, sedangkan Summarecon turun 30% menjadi Rp 1,6 triliun dari Rp 2,3 triliun.
Meski hasil presales semester I-2023 bervariasi, analis masih meyakini prospek saham properti ke depan. Maka tak heran jika saham CTRA, BSDE, SMRA, dan PWON sejauh ini masih mendapatkan rekomendasi buy.
Analis Mandiri Sekuritas (Mansek) Robin Sutanto menyebutkan, presales Ciputra per Juni 2023 mencapai 57% dari target Rp 8,9 triliun, Pakuwon 40% dari target Rp 1,5 triliun, dan Summarecon 34% dari target Rp 5 triliun.
Dia menegaskan, Ciputra juga mencetak prapenjualan impresif kuartal I tahun ini, sehingga akumulasi semester I bisa tumbuh. Padahal, kuartal II lalu, perseroan hanya merilis empat peluncuran proyek baru 2023. Dari jumlah itu, dua di antaranya menunjukkan penerimaan yang lemah.
Robin menambahkan, penurunan prapenjualan Summarecon disebabkan strategi backloading manajemen. Perseroan menggeber peluncuran proyek baru kuartal II, sehingga mampu mengurangi besaran penurunan prapenjualan.
Baca Juga:
Lippo Karawaci (LPKR) Menyimpan Potensi Pengembangan Properti Ratusan Triliun, Begini PerhitungannyaMenurut dia, Pakuwon mencetak peningkatan prapenjualan 2% kuartal II-2023, dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini dibantu peningkatan penjualan apartemen di Pakuwon Mall dan Kota Kasablanka.
“Adapun prapenjualan perseroan di Bekasi masih lamban. Meski tumbuh secara kuartalan, prapenjualan PWON enam bulan 2023 tetap turun 25%,” tulis Mansek, dikutip Jumat (21/7/2023).
Terakhir, dia menegaskan, BSD hanya meluncurkan ruko di Kota Wisata yang sudah habis terjual, dibantu adanya jalan tol penghubung. Selain itu, terjadi peningkatan berkelanjutan dari proyek lama, yakni Layton, Hiera, dan Enchante yang berkontribusi pada pertumbuhan prapenjualan semester I-2023.
“Hal yang perlu diperhatikan, penjualan tanah JV belum terwujud untuk BSD semester I-2023,” imbuh Robin.
Mansek menyematkan rekomendasi buy saham BSDE, CTRA, SMRA, dan PWON dengan target harga Rp 1.460, Rp 1.460, Rp 1.150, Rp 650.
Prospek Saham
Di lain pihak, pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono optimistis terhadap prospek saham sektor properti. Alasannya, fundamental ekonomi Indonesia masih bagus, didukung stabilitas politik, inflasi yang stabil, konsumsi pasca-pembukaan kembali mobilitas masyarakat, dan pembiayaan dari perbankan yang potensial.
“Dukungan perbankan yang kondusif, ekonomi domestik yang mantap, suku bunga yang stabil, didukung inflasi yang mereda terutama di global, akan mendukung pergerakan saham properti,” tutur Wahyu kepada Investor Daily.
Dari sekian banyak saham properti, Wahyu memilih saham PT Intiland Development Tbk (DILD) yang diprediksi mampu menembus harga Rp 300 dan saham Puri Global Sukses (PURI) PURI dengan target harga Rp 500.
Adapun target harga saham CTRA, BSDE, PWON, dan SMRA, masing-masing Rp 1.200, Rp 1.300, Rp 550, dan Rp 750 secara konsolidatif.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






