Jumat, 15 Mei 2026

Harita Nickel (NCKL) Terimbas Harga Komoditas, Ini Target Baru Sahamnya

Penulis : Jauhari Mahardhika
23 Jul 2023 | 21:01 WIB
BAGIKAN
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel). (Foto: Perseroan)
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)/TBP atau Harita Nickel diperkirakan tidak akan terlalu istimewa pada kuartal II-2023, terutama karena penurunan harga nikel (-14,1% qoq) dan kobalt (-14% qoq).

Meski demikian, produksi perusahaan tambang nikel milik Grup Harita yang dikendalikan konglomerat Lim Hariyanto Wijaya Sarwono ini berpeluang meningkat pada kuartal II-2023. Hal tersebut didorong oleh tingkat utilisasi yang lebih tinggi di smelter HJF RKEF – yang mulai beroperasi pada akhir 2022 – dan HPAL milik Harita Nickel.

“Namun, itu tampaknya tidak cukup untuk mengimbangi penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP),” tulis analis Samuel Sekuritas Juan Harahap dalam riset terbaru.

ADVERTISEMENT

Dia pun merevisi perkiraan harga nikel menjadi US$ 22.500 per ton dari sebelumnya US$ 23.500 per ton, serta menurunkan estimasi laba bersih Harita Nickel pada 2023 dan 2024 masing-masing sebesar 32,1% dan 26,7%.

Menurut Juan, harga komoditas tambang logam turun cukup tajam pada kuartal II-2023. Harga nikel LME, harga NPI, dan harga kobalt Shanghai masing-masing turun 14,1%, 18%, dan 14,1% (qoq). Hal ini disebabkan oleh kombinasi dari pemulihan ekonomi Tiongkok yang lebih lambat dari perkiraan. Akibatnya, permintaan baja nirkarat (stainless steel) turun. Selain itu, karena besarnya pasokan nikel menyusul lancarnya pembangunan smelter nikel di Indonesia.

Dia memperkirakan pendapatan emiten berkode saham NCKL itu turun pada kuartal II-2023, meski ada kenaikan produksi karena didukung oleh tingkat utilisasi yang lebih tinggi di smelter RKEF dan HPAL. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia