Harga CPO Melesat Berkat Bejibun Sentimen Positif
Yoga memprediksi harga CPO akan bergerak pada level resistance berpotensi bergerak pada kisaran harga 4.100 – 4.200 Ringgit Malaysia per ton. Apabila menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.900 – 3.800 Ringgit Malaysia per ton.
Untuk harga minyak kedelai, Yoga memprediksi berpotensi bertahan di tren bullish. Indikator yang menjadi fokus perhatian pasar antara lain rilisnya perkembangan situasi di jalur pelayaran Laut Hitam, ancaman badai El Nino di negara produsen, situasi di negara importir utama (India, Tiongkok dan Uni Eropa), dan situasi di pasar CPO.
Menurut Yoga, Laut Hitam merupakan jalur utama distribusi komoditas dari Eropa ke Asia. Mengingat Eropa merupakan produsen untuk minyak nabati. Di sisi lain, karena minyak nabati ini merupakan produk subtitusi dari CPO, maka saat terjadi disrupsi pada salah satu produk akan ikut mempengaruhi pergerakan harga produk lainnya.
“Jika melihat dari situasi di jalur Laut Hitam yang masih belum sepenuhnya stabil, ada potensi negara importir utama seperti India dan Tiongkok akan tetap lebih memilih CPO. Namun, potensi peningkatan permintaan CPO tersebut terbatasi dengan adanya kemungkinan perubahan aturan ekspor serta mandatori program biodiesel di Indonesia,” tutup Yoga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






