Jumat, 15 Mei 2026

Fokus Kualitas Aset, Saham BNI (BBNI) Diganjar Buy Tiga Sekuritas Ini

Penulis : Parluhutan Situmorang
29 Jul 2023 | 08:14 WIB
BAGIKAN
BNI terus mendorong penguatan solusi digital BNIDirect untuk memperkuat fungsi sebagai transactional banking. Selain penguatan kapabilitas BNIDirect, BNI terus mengoptimalkan program akuisisi serta atensi untuk menstimulasi transaksi nasabah institusi di masa pemulihan ekonomi 2023. (Foto : Dok. BNI)
BNI terus mendorong penguatan solusi digital BNIDirect untuk memperkuat fungsi sebagai transactional banking. Selain penguatan kapabilitas BNIDirect, BNI terus mengoptimalkan program akuisisi serta atensi untuk menstimulasi transaksi nasabah institusi di masa pemulihan ekonomi 2023. (Foto : Dok. BNI)

JAKARTA, Investor.id – Fokus PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI menjaga kualitas aset tetap baik dengan agresif menyalurkan kredit ke segmen perusahaan berfundamental kokoh dipuji sejumlah analis. Sedangkan realisasi kinerja keuangan semester I-2023 telah sesuai dengan ekspektasi ketiga sekuritas ini.

Hal ini mendorong analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri memberikan pandangan positif terhadap BBNI. Menurut dia, langkah agresif BNI untuk menyalurkan kredit korporasi bagi perusahaan-perusahaan blue chip sektor tertentu, seperti telekomunikasi, utilitas, dan transportasi, merupakan keputusan tepat.

Dengan penyaluran kredit korporasi secara selektif, menurut dia, menjadikan biaya kredit yang dikeluarkan BBNI relatif rendah dan risiko penyaluran kredit turun. Selain korporasi, perseroan tetap gencar menawarkan kredit payroll dan mencari pendanaan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

“Kami mengharapkan pertumbuhan kredit korporasi perseroan mencapai 11% tahun ini dengan kontribusi sebanyak 51,2% terhadap total kredit yang disalurkan,” tulis dia dalam risetnya.

Eka Savitri juga menambahkan, penurunan biaya kredit (CoC) BNI sebagai sentimen positif terhadap kinerja keuangan dan target harga saham BBNI. “Dengan CoC yang rendah, BNI memiliki ruang yang besar untuk menaikkan provisi untuk kredit PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT),” sebutnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, dia mengatakan, pertumbuhan laba bersih BBNI diprediksi mencapai 19,2% menjadi Rp 21,8 triliun tahun ini. Kenaikan tersebut didukung ekspektasi pertumbuhan kredit sebesar 8,8% tahun 2023, NIM diprediksi mencapai 4,8%, dan pertumbuhan belanja operasional hanya 7,5%.

Lonjakan laba bersih tersebut juga didukung ekspektasi biaya kredit hanya 149 bps tahun ini atau lebih rendah dari realisasi tahun lalu 187 bps. Target tersebut juga mempertimbangkan peningkatan pencadangan atas kredit kepada WSKT menjadi 60% dan WIKA menjadi sekitar 30% sampai Juni 2023.

Keputusan perseoran memfokuskan ekspansi kredit ke korporasi bagus mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham BBNI dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.000 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PBV tahun 2024 sekitar 1,4 kali.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia