Mitratel (MTEL) Cetak Laba Rp 1 triliun, Analis Sebut Sesuai Ekspektasi
Penguatan Efisiensi
Sementara itu, Jefferies, lembaga investasi global, juga memberikan catatan bahwa kinerja MTEL sejalan dengan guidance pertumbuhan perseroan. Untuk diketahui, MTEL menargetkan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA untuk tahun 2023 mencapai 11%.
Kinerja keuangan MTEL yang solid di sepanjang tahun 2023 ini ditopang adanya pertumbuhan pendapatan dan upaya perseroan meningkatkan efisiensi.
Pendapatan MTEL tumbuh 11% yoy menjadi Rp 4,1 triliun, dipicu pertumbuhan tenan yang signifikan. Untuk diketahui, jumlah tenan MTEL per akhir Juni 2023 mencapai 54.718 atau naik 24,6% yoy dari akhir Juni 2022 yang hanya 43.900 tenan.
Sedangkan dari sisi biaya, beban operasional perseroan justru turun 7,4% yoy menjadi Rp 776 miliar per akhir Juni 2023 dari Rp838 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika memperhitungkan beban depresiasi dan amortisasi, total beban MTEL hanya naik 8,0% yoy dan lebih rendah dari pertumbuhan pendapatan. Hal inilah yang membuat marjin perseroan juga ikut mengalami kenaikan.
“Hasil kinerja di semester I-2023 menunjukkan komitmen perseroan untuk terus meningkatkan nilai pemegang saham (shareholders value) melalui 3 langkah utama yaitu ekspansi bisnis untuk mendukung pertumbuhan pendapatan yang sustainable, cost leadership untuk meningkatkan marjin bisnis serta mempertahkankan resiliensi di tengah gejolak ekonomi global” Direktur Utama MTEL tutur Theodorus Ardi Hartoko.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





