Jumat, 15 Mei 2026

Usai Rilis Keuangan, Begini Pandangan Analis Terkait Saham Telkom (TLKM)

Penulis : Parluhutan Situmorang
1 Aug 2023 | 09:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Telkom.
Ilustrasi Telkom.

JAKARTA, investor.id – Kedua sekuritas ini mempertahankan rekomendasi saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan harga bervariasi. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan realisasi kinerja keuangan perseroan sepanjang semester I-2023.

Telkom sebelumnya melaporkan kenaikan pendapatan konsolidasian menjadi Rp 73,5 triliun pada semester I-2023, sebesar 2,1% year on year (yoy). Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 38,4 triliun. Sedangkan laba bersih turun menjadi Rp 12,8 triliun dibandingkan semester I-2022 di posisi Rp 13,31 triliun.

“Kami mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM, dengan target harganya direvisi naik dari Rp 5.030 menjadi Rp 5.075. Target harga tersebut mempertimbangkan bahwa belanja operasional akan turun ke depan setelah rampungnya merger Telkomsel dengan Indihome,” tulis RHB Sekuritas dalam riset terbaru.

ADVERTISEMENT

Terkait perolehan keuangan semester I-2022, RHB Sekuritas menyebutkan bahwa raihan laba inti Telkom di bawah ekspektasi atau merefleksikan 44,1% dari target RHB Sekurtias dan setara dengan 44,9% dari konsensus analis. Penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh pelemahan margin keuntungan perseroan.

RHB Sekuritas juga menyebutkan tuntaskan merger Telkomsel degnan IndiHome diharapkan berimbas terhadap peningkatan margin EBITDA dan laba inti Telkom. Sedangkan kontribusi pendapatan legasi diperkirakan turun ke depan, seperti pendapatan dari mobile.

Meski pendapatan mobile turun, dampaknya minim terhadap kinerja keuangan emiten berkode saham TLKM tersebut. Hal ini diharapkan membuat laba bersih sampai akhir 2023 meningkat menjadi Rp 31,89 triliun, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 27,58 triliun. Pendapatan TLKM juga diprediksi naik dari Rp 147,30 triliun menjadi Rp 153,68 triliun.

Pandangan berbeda diungkapkan analis Ciptadana Sekuritas, Gani. Menurut dia, performa keuangan Telkom pada kuartal II-2023 menunjukkan pelemahan, meski demikian raihan laba bersih sampai akhir Juni 2023 masih sesuai dengan estimasi Ciptadana.

Gani menyebutkan, penurunan laba bersih TLKM pada kuartal II-2023 dipengaruhi oleh pertumbuhan minim segmen fixed broadband bersamaan dengan peningkatan biaya. Penurunan laba juga dipicu oleh stagnanya pertumbuhan pendapatan Indihome.

“Melihat performa tersebut, kami kemungkinan merevisi turun target kinerja keuangan TLKM sampai akhir tahun ini. Meski demikian, saham TLKM masih direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.000,” tulis Gani dalam risetnya.

Ciptadana Sekuritas pun menargetkan kenaikan laba bersih TLKM menjadi Rp 26,26 triliun pada tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 20,75 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 153,61 triliun dibandingkan raihan tahun lalu senilai Rp 147,30 triliun.  

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia