Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah, Pasar Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS

Penulis : Grace El Dora
1 Aug 2023 | 13:56 WIB
BAGIKAN
Seorang konsumen menggunakan telepon pintar saat antre menukarkan mata uang asing pada jasa penukaran di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/aa)
Seorang konsumen menggunakan telepon pintar saat antre menukarkan mata uang asing pada jasa penukaran di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/aa)

JAKARTA, investor.id – Pelemahan rupiah dipengaruhi pasar yang masih berhati-hati dengan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, tingkat suku bunga acuan AS yang mendekati suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) bisa mempengaruhi investasi.

“Sedikit banyak bisa mempengaruhi pemilihan investasi para pelaku pasar yang bisa menekan rupiah terhadap dolar AS,” ujar Ariston dikutip Antara di Jakarta, Selasa (1/8).

ADVERTISEMENT

Ekspektasi kenaikan memang masih lebih kecil dibandingkan ekspektasi jeda kenaikan. Namun, The Fed disebut masih membuka peluang kenaikan berdasarkan data-data ekonomi terbaru yang akan dirilis.

Selain itu, data Purchasing Managers Index (PMI) Tiongkok versi Caixin yang menunjukkan kontraksi 49,2 pada Juli 2023 dari 50,5 pada Juni 2023 dinilai memberikan sentimen negatif untuk rupiah.

“Di sisi lain, data manufaktur Indonesia masih terlihat dalam fase ekspansi bisa membantu menahan pelemahan,” ujar Ariston.

Sejak September 2021, PMI Manufaktur Indonesia dinyatakan selalu dalam fase pertumbuhan. “Terakhir di bulan Juli angkanya naik menjadi 53,3 dibandingkan bulan sebelumnya 52,5,” sambungnya.

Sementara itu dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena Yen Jepang jatuh dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang meningkat.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,22% menjadi 101,8504 pada akhir perdagangan.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah 0,23% atau 35 poin menjadi Rp 15.115 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 15.080 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 35 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 37 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia