Jumat, 15 Mei 2026

Sempat Cetak Rekor Tinggi Baru, Saham Amman Mineral (AMMN) Ditutup malah Terkoreksi 

Penulis : Parluhutan Situmorang
1 Aug 2023 | 17:23 WIB
BAGIKAN
Aktivitas penambangan dan pengangkutan di tambang Amman Mineral. (Foto: Amman Mineral Internasional)
Aktivitas penambangan dan pengangkutan di tambang Amman Mineral. (Foto: Amman Mineral Internasional)

JAKARTA, investor.id - Sempat melesat hingga mencapai level intraday tertinggi sepanjang masa Rp 3.230, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) malah turun pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (1/8/2023).

Berdasarkan data BEI, saham AMMN ditutup terkoreksi Rp 10 (0,36%) menjadi Rp 2.800, bahkan saham ini sempat menyentuh level terendah hari ini Rp 2.390. Sedangkan di sesi I, saham AMMN sempat melambung hingga mencapai rekor tertinggi baru Rp 3.230. Level tersebut menjadi harga tertinggi saham ini sepanjang masa atau setelah resmi masuk bursa pada 7 Juli 2023.

Dengan penurunan saham tersebut, maka penguatan saham AMMN berkurang dari Rp 1.695 menjadi Rp 2.800 per saham atau melesat 65,91% terhitung sejak 7 Juli hingga 1 Agustus 2023. Lompatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) AMMN meningkat menjadi Rp 201,36 triliun atau berada di bawah PT Astra International Tbk (ASII) Rp 278,32 triliun.

ADVERTISEMENT

Amman Mineral Internasional merupakan pemain besar di bidang pertambangan tembaga, dengan dua tambang kelolaannya, yaitu Batu Hijau dan Elang di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Tambang Batu Hijau merupakan penghasil tembaga terbesar kedua di Indonesia. Sedangkan tambang Elang yang masih dalam tahap ‘eksplorasi’ diperkirakan menjadi salah satu tambang dengan kandungan tembaga dan emas terbesar di dunia,” tulis analis Samuel Sekuritas Juan Harahap dalam riset terbaru.

Amman Mineral berencana menggunakan dana hasil IPO untuk mendukung proyek pengolahan bijih dan pembangkit listrik, proyek smelter, dan pembayaran utang.

Berdasarkan prospektus, emiten baru berkode saham AMMN tersebut mengalokasikan 17% dana hasil IPO untuk mendukung proyek smelter, sebesar 28% untuk melunasi utang ke Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), dan sisanya untuk memberikan suntikan modal kepada AMNT melalui akuisisi saham baru yang dikeluarkan AMNT. Kemudian, akan digunakan AMNT untuk mendanai perluasan pengolahan bijih dan proyek pembangkit listrik. 

Sementara itu, pada 2022, AMMN membukukan laba bersih sebesar US$ 1,1 miliar. Dengan jumlah saham yang beredar sebanyak 6,3 miliar dan asumsi nilai tukar Rp 15.000 per dolar AS, valuasi AMMN tergolong kompetitif.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia