Penjualan Harita Nickel (NCKL) Naik Tinggi Berkat Ekspansi
Dari sisi produksi, NCKL menargetkan produksi sebesar 50.000-52.000 ton kandungan nikel untuk produk MHP dan 90.000 ton kandungan nikel untuk produk feronikel pada tahun ini. Menurut Franssoka, perseroan juga berencana mengonversi sebagian produk MHP menjadi nikel suflat dan kobalt sulfat pada tahun ini.
"Dengan semakin berkembangnya industri kendaraan listrik secara global dan rencana pemerintah menjadi salah satu produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia, kami komitmen terus berinvestasi dan membangun fasilitas produksi yang dapat menggenjot volume dan nilai tambah dari produk," papar Franssoka.
Baca Juga:
Ada Update dari Amman Mineral (AMMN)Untuk itu, NCKL ekspansi dengan membangun fasilitas refinery High Pressure Acid Leach (HPAL) kedua melalui anak usahanya, PT Obi Nickel Cobalt (ONC), yang ditargetkan memiliki tiga jalur produksi dengan kapasitas produksi 65.000 ton kandungan nikel/tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan diharapkan akan mulai beroperasi pada semester I-2024.
Bukan hanya itu, NCKL juga berencana memperkuat lini produksi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) melalui entitas asosiasi, PT Karunia Permai Sentosa (KPS), yang ditargetkan memiliki 12 jalur produksi dengan kapasitas produksi 185.000 ton kandungan nikel/tahun (feronikel).
"Kami harapkan RKEF akan beroperasi bertahap mulai semester II-2025. Perseroan sedang merencanakan proyek baja nirkarat (stainless steel) di mana sebagian feronikel yang diproduksi NCKL dan entitas anak di sektor RKEF akan diproses lebih jauh untuk menghasilkan produk baja nirkarat," tuturnya.
Secara terpisah, analis pertambangan Bisman Bakhtiar menilai, berdasarkan laporan keuangan semester I-2023, performa NCKL cenderung bagus. Namun, memasuki semester II-2023, kinerja perseroan bisa menjanjikan, namun tidak bisa berharap terlalu besar karena dipengaruhi faktor umum atau eksternal.
"Industri nikel tahun ini memang agak kurang bagus dan sampai akhir tahun ini saya kira masih akan banyak tantangan, antara lain permintaan yang menurun. Jadi, sampai akhir tahun ini, kinerja industri nikel secara umum akan stagnan dan cenderung menurun tipis," jelas Bisman.
Kecuali, menurut dia, terdapat percepatan pengembangan industri baterai dan EV atau peristiwa global yang berpotensi memengaruhi harga. Maka, bukan tidak mungkin, akan terjadi lonjakan permintaan dan kenaikan harga.
"Khusus NCKL, jika mampu menaikkan kinerja produksi dan didukung faktor eksternal tersebut, maka akan menjanjikan," pungkas Bisman.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






