Jumat, 15 Mei 2026

Analis Ini Revisi Turun Target Saham Bank Neo (BBYB), Kok Bisa?

Penulis : Parluhutan Situmorang
3 Aug 2023 | 09:13 WIB
BAGIKAN
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC

JAKARTA, investor.id –  Target harga saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) kembali dipangkas, menyusul peningkatan provisi sejalan dengan penurunan kualitas kredit. Sedangkan pertumbuhan menunjukkan penurunan dari kuartal ke kuartal.

Berdasarkan data laporan keuangan, Bank Neo mencatatkan lonjakan provisi menjadi Rp 653 miliar pada kuartal II-2023, dibandingkan kuartal I-2023 sebesar Rp 533 miliar. Hal ini membuat rugi bersih perseroan melambung dari Rp 68 miliar pada kuartal I menjadi Rp 258 miliar pada kuartal II-2023.

Terkiat pertumbuhan kredit tercatat penurunan sebesar 7% dari Rp 10,9 triliun pada kuartal I menjadi Rp 10,11 triliun pada kuartal II-2023. Namun kredit perseroan masih bertumbuh 44%, dibandingkan kuartal II-2022 senilai Rp 7,04 triliun.

ADVERTISEMENT

Bank Neo juga mencatatkan peningkatan rasio kredit bermasalah dari 3,5% kuartal I menjadi 3,7% pada kuartal II-2023. Angka tersebut melambung dari catatan kuartal II-2022 sekitar 1,8%. Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas memangkas turun target harga saham BBYB dari Rp 1.000 menjadi Rp 700 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

Target harga saham BBYB tersebut telah mempertimbangkan proyeksi penurunan laba bersih perseroan menjadi Rp 654 miliar tahun ini, dibandingkan kerugian tahun lalu Rp 789 miliar. Sedangkan PPOP diharapkan melesat menjadi Rp 1,49 triliun, dibandingkan tahun lalu hanya Rp 288 miliar.

Sedangkan hingga semester I-2023, perseroan  mencatat lompatan penyaluran kredit sebanyak 43,57% menjadi Rp 10,11 triliun hingga semester I-2023, dibandingkan periode yang sama tahun 2022 mencapai Rp 7,04 triliun.

Lompatan penyaluran kredit tersebut mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perseroan melesat 152,07% year on year (yoy) menjadi Rp 1,38 triliun. Perusahaan juga turut mencatat peningkatan marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 16,15%, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 10,16%.

Meski pendapatan melesat, BBYB masih saja merugi, walaupun tingkat kerugian turun signifikan menjadi Rp 326,78 miliar pada semester I-2023, dibandingkan semester I-2022 sebanyak Rp 611,44 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia