Jumat, 15 Mei 2026

Kisi-kisi Potensi Cuan Saham TLKM, ISAT, EXCL, Mana yang Paling Tinggi?

Penulis : Indah Handayani
3 Aug 2023 | 15:50 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi: Investor Daily/Emral
Foto ilustrasi: Investor Daily/Emral

JAKARTA, investor.id – Mirae Asset Sekuritas menilai sektor telekomunikasi masih seksi dan memberikan prospek pertumbuhan yang berkelanjutan ke depannya. Untuk itu, Mirae mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor ini dan memberikan kisi-kisi potensi cuan TLKM, ISAT dan EXCL.

Analis Mirae Asset Sekuritas Robertus Hardy mengatakan, EBITDA untuk PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) tumbuh signifikan pada kuartal II-2023 dan semester I-2023. Hal itu didukung oleh ARPU dan peningkatan trafik data, terutama pada saat Idulfitri di April lalu.

“Namun, EBITDA semester I-2023 TLKM mengalami penurunan YoY karena kenaikan biaya dan beban akibat akuisisi spektrum baru, meski masih mencapai pertumbuhan pendapatan,” tulis Robertus dalam risetnya, Kamis (3/8/2023).

ADVERTISEMENT

Robertus mengatakan, pasar mobile internet yang sudah jenuh, strategi konvergensi antara layanan fixed broadband dan mobile internet (FMC) dapat memberikan prospek pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi industri telekomunikasi Indonesia ke depannya.

Hal ini terlihat pada jumlah gabungan pengguna Telkomsel (153,3 juta), Indosat (100 juta), XL (58 juta), dan Smartfren (35,5 juta) mencapai 346,8 juta. Jika dibandingkan dengan total populasi yang hanya 277,8 juta, Indonesia memiliki 124,8 pengguna layanan seluler untuk setiap 100 orang dalam populasi, dibandingkan dengan 129,1 pada semester I-2022

Sedangkan hasil riset McKinsey dan AT Kearney mengungkap bahwa penetrasi fixed broadband Indonesia saat ini hanya 15%, sedangkan negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia masing-masing sudah melebihi 30% dan 40%. 

Menurut Robertus, hal ini dapat dilihat dari peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna IndiHome dan XL Home. Sehingga mengkonfirmasi prediksi sebelumnya bahwa pasar internet seluler yang jenuh dapat dilihat dari dua aspek, yaitu meskipun pertumbuhan jumlah pengguna akan semakin terbatas, namun pasar yang besar ini sudah matang untuk dimonetisasi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia