Jumat, 15 Mei 2026

Hari Ini Rupiah Melemah Jadi Rp 15.185 

Penulis : Grace El Dora
7 Aug 2023 | 18:00 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/ama)
Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/ama)

JAKARTA, investor.id – Rupiah mencatat pelemahan 0,10% atau 15 poin ke level Rp 15.185 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp 15.170 per dolar AS.

Menurut data yang dipantau dari Antara, mata uang rupiah ditutup melemah 15 poin, walaupun sebelumnya sempat menguat 10 poin di level Rp 15.185 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.170 per dolar AS.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 15.170 hingga Rp 15.230 per dolar AS,” tutur Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (7/8).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, dolar AS disebut dalam posisi defensif pada Senin setelah rilis laporan pekerjaan AS yang mixed. Ini dinilai memberikan sedikit keyakinan arah, karena fokus pasar beralih ke data inflasi dari dua ekonomi terbesar dunia yang akan dirilis minggu ini.

Perekonomian AS menambahkan pekerjaan lebih sedikit dari yang diharapkan pada Juli 2023, tetapi mencatat kenaikan upah yang solid dan penurunan tingkat pengangguran. Data tingkat pengangguran AS menunjukkan penurunan dari sebelumnya 3,6% menjadi 3,5%, sedangkan rata-rata upah per jam tumbuh 0,4% dari 0,3%.

“Sementara dolar jatuh ke level terendah dalam satu minggu terhadap sekeranjang mata uang setelah data kerugiannya dibatasi karena laporan tersebut menunjuk ke pasar tenaga kerja yang masih ketat, menunjukkan Federal Reserve (Fed) mungkin perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama,” jelasnya.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra telah memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi melemah dolar AS masih terbuka pada hari ini, kendati mengalami penguatan pada pembukaan perdagangan.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi menguat tipis 0,02% atau dua poin menjadi Rp 15.168 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.170 per dolar AS.

“(Pelemahan ini) karena sentimen pasar tidak sepenuhnya positif pagi ini. Sebagian indeks saham Asia terlihat bergerak turun, seperti Indeks Nikkei dan Kospi, nilai tukar regional juga sebagian bergerak melemah terhadap dolar AS,” ujar Ariston.

Di samping itu, isu pelambatan ekonomi di Tiongkok disebut menjadi faktor pelemah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS karena Indonesia memiliki hubungan dagang yang besar dengan negara tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 33 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia